Atmosfer Berbeda di Negara Tetangga, Singapura

Monday , 30, September 2019 Leave a comment

Singapura memang tidaklah terlalu jauh dari Indonesia lewat cara jarak. Akan tetapi, atmosfernya berlainan apabila menginjakkan kaki kesana.
Menarik, demikianlah kesan-kesan beberapa traveler yang bertandang ke Singapura. Situasi yang saya alami berlainan dengan lingkungan sehari-harinya saya. Pedestrian serta perkantoran yang teratur rapi, bebas polusi, bahkan juga arah pejalan kaki yang nyaman.

Masuk Singapura dengan transportasi bis dari Malaysia yakni pengalaman pertama saya. Bis meluncur mengarah yang di menuju selesai melalui sisi imigrasi yang super ketat.

Siang itu, saya hingga di guest house yang telah di booking awal kalinya. Persisnya di Serangoon street, ruangan Little India.

Memburu makanan di ruangan ini jadi perihal yang unik untuk saya. Ya, saya pilih nasi kandar ciri-ciri makanan India jadi menu makan siang saya. Harga masih dapat terjangkau loh!

Dengan modal sebotol air minum, saya serta rekan lantas meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki enjoy. Tibalah kami pada icon negara ini, Merlion Park. Sejauh mata melihat, saya dapat nikmati pula gedung-gedung unik lain yang berada di sekitar Merlion Park. Berjalan di selama Merlion Bridge sekalian menangkap kejadian dengan berpose.

Okay, siang yang terik memperingatkan saya pada suatu hal yang dicari oleh banyaknya pengunjung di tempat ini, ditambah lagi jika bukan es potong Singapore. Es yang melegenda di negeri ini memang asli super enak dengan pilihan bermacam rasa. Nah, kami lantas pilih buat enjoy sesaat sekalian nikmati es menunggu sore serta malam hari.

Dari terlalu jauh, saya demikian nikmati gedung Marina Bay Sand. Benar-benar fantastis arsitektur serta rancangan gedung ini, seperti suatu kapal cruise yang terdampar pas di atas dua gedung raksasa.

Langit mulai gelap, lampu-lampu mulai menyala, indah sekali. Kami lantas berjalan perlahan-lahan hingga datang di salah satunya spot yang bagus “Sky Garden”. Panorama yang menakjubkan! Dari sini lah saya dapat ambil poto dengan objek “Garden By the Bay” hingga saya lupa waktu kala ada di sini.

Besok harinya, kami siap-siap buat eksplore “Sentosa Island”. Selesai makan, kami pergi memakai MRT dengan rute North East Line Punggol Coast-Harbourfrount, persisnya di Vivo City Mall.

Saya lantas pilih berjalan kaki melalui Beach walk yang tidak kalah bagus pemandangannya, jadi masuk lokasi Sentosa island yang membuat kita geleng-geleng kepala. Kala kehabisan air minum, saya tidak usah kuatir. Bermodal bawa serta botol minum sendiri, saya isi botol kembali pada tempat pengisian air yang telah disajikan. Normalnya, tempat ini dekat sama restroom. Jadi tidak usah keluarkan gocek, hehe.

Saya coba membulatkan tekad buat rasakan sensasi naik wahana Cable Car di harga satu rute 15 SGD. Jujur saya lumayan gemeteran pula kala itu, tetapi selesai memandang panorama dari atas, saya lantas demikian menikmatinya.

Cantik sekali Sentosa Beach apabila disaksikan dari ketinggian, benar-benar indah. Sepulangnya dari sini, saya serta rekan meneruskan langkah kami telusuri pusat-pusat keramaian seperti Bugis street, Orchard Road, Chinatown serta Mustofa Center sambil cari makan malam serta hunting souvenir. Besok paginya, saya cukup santai nikmati sarapan lantas bersiap-siap packing hasil buruan serta kembali pada Jakarta.

Lokasi setelah itu, saya punya mimpi pingin ke Dubai, kota di Uni Emirat Arab yang benar-benar populer jadi tempat yang perlu didatangi beberapa traveler.

Perihal yang paling pingin saya melakukan kala punyai peluang ke Dubai yakni nikmati panorama kota Dubai yang indah dari gedung pencakar langit paling tinggi, Burj Khalifa. Bermalam cantik di Burj Al Arab hotel termewah, dan santai di Jumeirah Beach, Safari di gurun pasir .

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *