Beijing yang Ramah Turis Muslim

Friday , 13, September 2019 Leave a comment

Beijing, satu diantaranya negara yg miliki banyak tujuan komplet. Tidak hanya itu, Beijing sangat menjunjung umat muslim.
Sempat gak kamu rasakan kalaupun apa-apa yg kamu idamkan perlahan-lahan bakal pupus? Tiap impianmu merasa bakal mengabur. Hilang ditelan beberapa kata nasihat yang dirasa tidak ada berbuntut. Arti hidup perjuangkan mimpi untuk mimpi seolah cuma berlangsung pada orang. Waktu tidak sedang memihak denganmu.

Yg ada cuma susah, serta larut dalam duka yg tidak tahu kapan bakal selesai. Kala itu, umur saya udah lebih dari seperempat masa. Satu-satu rekan temukan pasangan hidupnya. Teman akrab tempat bertukar narasi sukai serta duka dalam proses peminangan.

Pria pendamping hidup belum kelihatan batang hidungnya. Kerjaan di kantor menumpuk serta merasa bertambah jauh dari bagus. Jabatan jadi staf admin, tapi terasanya melaksanakan semua perihal sampai masalah keuangan. Penyerahan beasiswa belum sukses.

Ditambahkan pertanyaan bab hati. Pertanyaan kapan menikah bukan perihal sebatas basa-basi. Perihal yang penting dibawa serius. Walau semua yg di sekitar sangat mengetahui jika jodoh ialah hak pregrogatif Tuhan. Kalau saja, saya tahu dimana dia ada. Saya bakal memutuskan langkah awal kalau sejauh ini dia mungkin malas menjumpai. Tapi, tidak. Masalah penantian jodoh untuk saya pribadi, ialah sejenis ujian.

Ujian untuk manfaatkan jaman single dalam perjuangkan mimpi-mimpi. Tapi, dunia bakal sepi kalau manut dengan mengetahui demikian. Seolah Allah ambil satu-satu apa-apa yg ada di dalam pegangan. Serta mau cuma Ia yang menjadi rekan hati. Seberkas sinar itu ada mendekati hidupku.

E-mail dari pelaksana lomba bawa kebahagiaan yg mendadak membuncah. Merasa ada sejuk yg menelusup ke sanubari. Allah memberikan kasih sayangNya. Atas izin-Nya saya jadi satu diantaranya juara lomba website dengan hadiah traveling ke Beijing, China. Masya Allah, Allahu Besar. Tidak terkatakan bahagianya hati. Lebih kurang 3 minggu sebelum perjalanan mulai, kabar gembira itu dapat membangunkan saya untuk bangun lebih pagi tiap harinya.

Persiapan musim dingin dijalankan. Mulai baca artikel, sampai tanya-tanya ke rekan yg udah memiliki pengalaman. Musim dingin, satu musim yg dinantikan. Sejauh ini cuma banyak disaksikan melalui monitor tv. Coba meraba-raba dinginnya musim salju.

Pada dasarnya, jaman itu waktu bikin saya sangatlah exited. Seolah semua cedera yg masih berada di hati, mendadak mengobati diri kita sendiri. Allah yg Maha pemberi kesembuhan. Tibalah saya tiba di Lapangan terbang Internasional, Beijing Capital International Airport.

Saya serta dua rekan yang lain nikmati perjalanan. Naik pesawat air bis sekali-kalinya, dihidangkan makanan yg nikmatnya dari pertama pergi sampai saat tidur. Makanan berat, pilihan juice serta minuman yg ada, masih disodori dengan pilihan es cream yg mau di nikmati.

Tempat duduk yg nyaman, pilihan tonton dari pelbagai jenis ada. Masya Allah, Fabiayyi ala irabbikuma tukadzdziban, Nikmat Tuhan mana yg saya dustakan. NikmatNya seolah ada berkali-lipat serta terus berguling. Beban hati hilang demikian saja. Kegundahan ikut terbang serta lenyap. Alloh memberikan jika saya masih wajar bahagia di atas semua bentuk ujian yg Ia berikan. Kami datang siang hari di daratan Beijing, Ibu Kota China.

Udara dingin langsung menyadarkan diri jika udah datang di belahan bumi lain. Sesaat tinggalkan Jakarta yg masih hangat. Dua lapis jaket menutupi tubuh, tapi tidak bisa membendung udara dinginnya. Suhu 4 derajat, menegur badan ini.

Ada uap yg keluar waktu kami lakukan perbincangan. Nyata-nyatanya apa yg disaksikan di film tidaklah sebatas dampak, tapi berlangsung dengan sendirinya. Badan tidak bisa menyimpan suhu dingin, sampai ada uap keluar dari mulut.

Pertemuan pertama-tama dengan tur guide cantik, Xiu, bertambah lengkapi kebahagiaan. Bahasa Indonesianya sangatlah fasih. Bertambah menyenangkan waktu kami dibawa makan siang sebelum berkeliling-keliling.

Dengan ditemani driver serta tur guide lokal, kami menyerahkan seluruhnya perjalanan pada pihak tur. Mobil melesat ke arah Restaurant Bebek Peking sebagai kuliner unik China.

Tumis pakcoy dengan butiran cacahan bawang putih, sayatan Peking duck, saos, sayatan mentimun, serta semacam gulai penuhi meja makan. Sehabis foto-foto sesaat, tidak sabar kami selekasnya melahapnya.

Kelihatan pohon-pohon masih meranggas. Akhir musim salju tidak tersisa daun-daun di pohon-pohon. Pandangan yg jarang-jarang dijumpai di Indonesia. Kelihatan gersang, tapi udara dinginnya belum juga biasa.

Waktu perut terisi, pasti mood bakal terbangun. Sesudah itu, kita dibawa untuk mengerjakan sholat dzuhur telebih dulu. Tambah menyenangkan, sebab kami mengerjakan sholat di Masjid Niujie.

Mesjid yang dirasa sangat dekat, melahap habis narasi novel Assalamualaikum Beijing, punya Bunda Asma Nadia. Mesjid Niujie ini jadi latar tempat yg banyak di kisahkan. Dalam novel, dijelaskan jika Mesjid Niujie ialah masjid yg banyak menyimpan narasi kemajuan peradaban islam di China.

Mesjid Niujie jadi satu diantaranya bukti isyarat kemajuan islam di China. Menyimpan tiap pojok Mesjid Niujie dalam camera. Kelihatan skedul waktu sholat terekspos sehabis melalui pintu gerbang masjid. Membaca isyarat panah atau coba menanyakan dalam bahasa isyarat tentang letak tempat untuk ambil wudhu. Bentuk bangunan yg unik serta tidak seperti masjid biasanya, kami rada persoalan temukan tempat salat.

Areanya terhitung luas. Nyata-nyatanya, terletak memang benar ada di urutan rada ke belakang. Sehabis coba menanyakan dengan satu orang jamaah wanita. Langkah berwudhu yg unik. mungkin bukan triknya. Namun sarana yg unik untuk berwudhu. Kami masuk ke ruang. Ada petugas yg memeragakan terhadap kami langkah gunakan sarana di sana.

Kami menyaksikan ada banyak baris teko memiliki ukuran tengah, lebih kurang muat air sekitar 500 ml. Seterusnya, kami menyimpan air yg dibuat dari suatu mesin dengan teko itu. Air yg keluar ialah air hangat. Air yg berniat diperlukan biar tubuh tidaklah terlalu kaku sebab udara dingin yg masih kuasai.

Sangatlah mendukung menghangatkan, sebab tubuh yg belum biasa. Tangan masih terasa kaku walau udah memanfaatkan sarung tangan. Dari air teko itu, kami merampungkan wudhu. Sehabis berwudhu, saya ke arah mesjid. Jaraknya dari tempat wudhu seputar 100 m.

Perlahan-lahan, saya menyingkap korden plastik tebal yg berada di pintu masjid. Korden yg berniat dipasang waktu musim dingin datang, untuk jaga biar keadaan dalam masjid terus hangat.

Nuansa merah serta hijau penuhi ruang. Ukiran-ukiran unik China memperkaya kecantikan masjid itu. Tidak sabar rasa-rasanya mau menaruh peristiwa ini ke camera. Mata saya terbendung dalam suatu tulisan pada dinding.

Jangan Pijak Kain Putih, tulisan yg dicatat persis dengan Bahasa Indonesia fasih. Bukan gunakan bahasa Internasional jadi bahasa universal, serta pun tidak diselingi tulisan huruf China.

Sisi putih yg disebut ialah tempat sujud dalam sholat. Sisi putih ini, diikuti dengan selembar kain putih yg dihamparkan memanjang. Biar urutan sholat jadi rapi serta terbangun. Perihal yg kelihatan demikian asing dari rutinitas masjid.

Tiap pesonanya, bikin saya bertambah kagum. Waktu mau gunakan mukena, saya demikian berkesan. Menyaksikan jejeran mukena, ada satu yg keunikannya saya pahami. Mukena unik sulaman Bukit Tinggi ada bergantung disana. Mukena yg mungkin disedekahkan oleh traveller yang bertandang.

Sekarang, rasa-rasanya seperti Indonesia cuma tidak serupa sejumlah kecamatan dari Beijing. Beberapa waktu di sana, saya serta rekan-rekan menambahkan perjalanan ke sejumlah landmark di Kota Beijing. Tempat pertama yg kami datangi ialah Temple of Heaven.

Tempat ini dahulu jadikan jadi tempat persembahan waktu memperoleh hasil panen yg baik. Tapi, saat ini tempat ini jadi tempat berukumpul untuk banyak lanjut umur. Banyak kesibukan yg dijalankan, dimulai dengan olahraga, menyanyi, hingga main kartu jadi bentuk kebersamaan. China diketahui dengan kelembutan kain sutra serta tehnya. Alhamdulillah, kami miliki kesempatan mendatangi Silk Sutra China serta Dr. Tea.

Nikmati hidangan teh serta menyaksikan kemewahan indutri kain sutra di China. Tidak tertinggal, mendatangi Summer Palace. Summer Palace ini sebagai tempat peristirahatan untuk Kaisar waktu musim panas. Sungai yg melingkari area masih juga dalam situasi beku, sampai jadikan area main ice skating sejumlah pengunjung. Tidak komplet rasa-rasanya kalau ke China namun tidak mendatangi tempat bersejarah ini, Forbidden City serta Tembok China.

Forbidden City, kota terlarang yg dahulunya sebagai istana kerajaan sepanjang periode Dinasti Ming serta Qing. Waktu ini, istananya udah jadikan object wisata. Sudahlah tidak dihuni oleh kelompok bangsawan. Rancangan arsitektur yg menarik, tangga-tangga yg memberikan kekuatan serta pembawaan bangunan China yg unik, membuat tempat ini bertambah menarik.

Tembok China yg udah berusia beberapa ratus tahun ini masih kukuh berdiri selama beberapa puluh ribu km.. Tidak bingung, luasnya hampir melingkupi 15 propinsi di China. Tembok sebagai pelindung dari serangan pasukan Mongolia waktu kekaisaran Dinasti Han. Tidak terbayangkan, bagaimana tembok selama beberapa puluh ribu km. ini dibuat cukup dengan kebolehan manusia.

Rancangan bangunan atau gedung yg unik, tempat wisata yg cantik, peristiwa, budaya yg menarik serta kehebatan usaha di satu negara jadi daya tarik khusus untuk saya waktu mengerjakan traveling.

Mungkin lebih dari itu, tiap mengerjakan perjalanan, bakal ada daya baru dengan positive vibe yg merasuk ke jiwa. Daya baru yg bisa jadi penambah semangat atau penyembuh untuk jiwa, sama seperti seperti saya waktu itu.

Traveling tetap bikin nagih. Impian saya satu diantaranya ialah bertandang nikmati keindahan serta kekhasan belahan bumi yang lain. Kalau ada peluang, saya mau sekali mendatangi sejumlah negara seperti Mekkah, Eropa, Turki serta Dubai.

Negara yg punyai kelebihan serta kekhasan semasing. Umpamanya saja Dubai. Saya mau sekali rasakan kebesaran Kota Dubai. Kota yang jadi yang di cita-citakan banyak orang-orang untuk dapat bertandang ke sana.

Landmark yg pertama-tama saya mengenal dari Kota Dubai ini ialah Burj Khalifa serta Dubai Mall. Menara pencakar langit yg kecantikannya udah jadi rahasia umum. Menara tinggi dengan jumlahnya lantai sekitar 160 lantai ini pasti menarik hati siapa saja yg tengah bertandang ke sana, terhitung saya. Ada berita, menara ini pun punyai lift paling cepat dengan kecepatan 60 km/jam.

Bagaimana rasa-rasanya? Ke arah lantai 160 dengan naik lift paling cepat. Sehabis menggapai puncaknya, saya mau menyaksikan panorama Kota Dubai dari atas menara. Tempat ke dua yg mau disinggahi ialah Dubai Mall yg menghamparkan mata dengan semua sarana terbaik. Mall paling besar di dunia ini miliki akuarium paling besar di dunia serta lapangan ice skating seluas lapangan olimpiade.

Nikmati malam serta alunan musik di Dubai Fountain. Yang di cita-citakan yg terbuat waktu saya menyaksikan atraksinya di youtube. Kecantikan lampu-lampu pada malam hari dan keuletan liukan gelombang air mancur pastinya meningkatkan damai serta kekayaan batin.

Maha besar Allah yg menganugerahi manusia dengan pemikiran kreatif sampai dapat membuahkan mahakarya cantik itu. Bagaimana rasa-rasanya ada ditengah Palm Jumeirah serta mengelilingi pantainya? atau lebih serunya nikmati kota Dubai dengan memandangi dari atas.

Kepulauan hasil ini sayang untuk dilalaikan. Tidak komplet rasa-rasanya kalau kamu tidak nikmati kota Dubai dengan sensasi melacak sungai di Dubai Creek. Baik siang ataupun malam hari, megahnya kota Dubai dapat di nikmati dengan telusuri Dubai Creek.

Menyaksikan hentakan terbangan burung atau menyaksikan mereka tengah bercengkrama dengan latar sungai, benar-benar panorama yg tidak terlukisakan dengan beberapa kata. Melengkapi kehebohan travelingmu dengan mendatangi Ski Dubai serta Dubai Marina.

Ajang main ski indoor paling besar di dunia komplet dengan keadaan pegunungan seperti di Alpen. Mahal sekali pengalaman itu, di ajang Dubai Marina kita dapat bermain air sepuasnya.

Jangan lupakan segi peristiwa, sebab dengan belajar peristiwa kita dapat dikit lebih mengetahui satu negara. Mendatangi Museum Dubai jadi satu diantaranya pilihannya. Melalui museum ini, beritanya kita dapat menyaksikan kehidupan orang Emirat sebelum penemuan minyak.

Menarik khan? Traveling bakal dahsyat kalaupun kita nikmati hidangan kuliner uniknya. Nasi Kabsa, Shawarma, Shish taouk, hummus, kunafa, jadi kuliner inceran khusus waktu ada disana. Hidangan daging, kebab, gurih, unik Timur Tengah dapat di nikmati langsung dari kota aslinya. Dengan lidah Indonesia kelihatannya masih nyaman dengan hidangan Timur Tengah. Can’t wait for the next ultimate travelling. See you.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *