Bertemu dengan Sang Legenda, Si Komodo Naga

Sunday , 25, August 2019 Leave a comment

Mendapat ide perjalanan Sir David Attenborough yang bertandang ke Pulau Komodo di tahun 1954, saya lantas ingin berjumpa dengan sang legenda, Si Komodo Naga.

Perjalanan itu buat mendokumentasikan si legenda hidup, yang punyai nama Latin, Varanus komodoensis. Di waktu itu saya mulai membuat ide buat berjumpa langsung dengan Komodo di habitat aslinya.

Yup, pertama yang wajib disiapkan tentu saja yakni event yang pas buat bertandang yaitu di antara bulan Juni hingga Agustus, sebelum musim kawin Komodo. Di waktu itu, Komodo akan sukar ditemui. Terkecuali itu, musim kemarau condong ombak tak tinggi serta sudah pasti panorama pada musim kemarau akan membuat landscape Labuan Bajo serta TN Komodo punyai ciri uniknya, perbukitan dengan savana rumput menguning.

Banyaknya flight ke Labuan Bajo belum sekitar ke Bali, sebab itu harus disiapkan masak biar saatnya dapat terbaik buatjalan-jalan disana.Janganlah lupa arah trip ke sini yakni light adventure, jadi sediakan perabotan standarmu ya, seperti sepatu olahraga/sandal gunung, topi, kaca mata, baju yang simpel menyerap keringat, serta lotion anti UV supaya kulitmu tidak gosong.

Banyak terdapat pilihan yang dapat kamu pakai sewaktu akan eksplorasi TN Komodo, tentu saja segalanya memakai perahu. Ada pilihan fast boat, dimana kamu dapat pergi pagi serta pulang di sore harinya. Juga bisa memakai kapal kayu semi Phinisi yang bisa menampung 6 orang, bahkan juga kapal Phinisi yang ukuran serta daya tampungnya tambah besar . Kamu dapat sewa dengan cara privat atau bisa dengan cara berkelompok dengan pelancong lain. Tentu saja segalanya punyai resiko semasing, dari mulai harga hingga khusus.

Sehubungan arah kami ingin memperoleh pengalaman heboh karena itu kami hendak memutuskan buat menyewa perahu semi Phinisi yang akan mengantarkan ke tempat di TN Komodo juga sekaligus hotel kami saat 2 malam (live on boat).

Persinggahan pertama yakni Pulau Kelor, ini yakni satu satu tempat perlu segera. Di sana ada satu spot yang kerap jadikan ‘studio foto’, bukit yang berlatar belakang panorama laut dengan pasir putih,serta airnya yang bersih kehijauan dan perbukitan berwarna coklat.

Buat naik ke atas bukit Pulau Kelor, diperlukan upaya tambahan lantaran tanjakannya yang curam, tetapi sesampainya di atas segalanya terbayar dengan keindahan panoramanya. Di kaki bukit, kamu dapat enjoy beristirahat di sana ada penjual kelapa muda dan penjual souvenir unik seperti ukiran kayu komodo.

Perjalanan diteruskan ke Pulau Rinca, buat berjumpa dengan Komodo. Di pos kehadiran, ranger akan temani kamu buat berkeliling-keliling Pulau Rinca. Ada 3 pilihan mulai lintasan pendek, sedang serta jauh, terkait persiapan fisik serta waktu.

Biarpun lintasan pendek kamu tidak sedih lantaran selama perjalanan ranger akan bercerita siklus serta adat Komodo. Kamu akan dibawa datang lihat sarang tempat biasa Komodo menyimpan telurnya. Kalau sangat mungkin, kamu dapat berpose dengan jarak yang aman dengan Komodo. Ingat, Komodo yakni binatang liar yang ganas, tetap turuti petunjuk dari ranger sewaktu berpose.

Kapal kembali bergerak menguber event sunset serta ‘parkir’ di dekat Pulau Kalong. Kebetulan sore itu udara cerah, jadi kami dapat saksikan semburat langit warna oranye kemerahan matahari yang terbenam dengan latar depan siluet bukit serta pohon bakau. Serta sesuai dengan namanya pertunjukkan selanjutnya yakni panorama beberapa ribu kelelawar yang terbang dari Pulau Kalong buat cari makan di pulau-pulau seputarnya.

Pasukan Batman ini seperti tak ada habisnya keluar dari sarangnya penuhi cakrawala. Hingga kemudian malam hadir, panorama berganti ke episode selanjutnya. Langit menjadi canvas raksasa tempat Milky Way, taburan bintang memperlihatkan keindahannya. Hal yang hampir kemungkinannya kecil kita temukan di kota-kota besar sekarang ini. Betul-betul penutup hari yang prima.

Hari selanjutnya, ekplorasi Pulau Padar yang tak pernah sirna pesonanya. Pulau yang eksotis, punyai kontur seperti negeri Edoras, negerinya golongan Rohan di film Lord of The Ring. Pulau Padar punyai pantai dengan tiga warna pasir, putih, hitam serta pink.

Buat dapat naik ke spot yang instagrammable ada anak tangga sampai mempermudah pengunjung. Kalau kamu ingin naik ke puncaknya , kamu bisa trekking telusuri jalannya yang masih tanah serta berkerikil. Waktu terhebat buat naik ke Padar yakni pagi hari atau mendekati sunset supaya bisa panorama yang mengagumkan.

Nah saat ini, waktunya lihat keindahan bawah laut, terumbu karang dan ikan-ikan yang berbagai warna. Kamu dapat coba snorkling di ruangan Pink Beach, Taka Makassar, dan di Pulau Kanawa. Suka rasa-rasanya sepanjang hari lihat serta main-main dengan ikan-ikan, akan tetapi sayang tak dapat berjumpa sama Manta Ray. Mujur ketika kapal berlabuh, kami mengalami penyu besar melintasi di dekat perahu.

Saat ini waktunya buat ekplorasi Labuan Bajo, kamu dapat mendatangi Gua Batu Cermin. Mengapa dikatakan cermin, nyata-nyatanya lantaran cahaya matahari yang masuk lewat gua memantulkan sinar ke dinding batu yang lain sampai orang ditempat mengatakan gua batu cermin.

Disana disiapkan helm pelindung kepala kalau kamu ingin masuk ke dalamnya. Serta dianjurkan kamu masuk hingga ke area terdalamnya, dikarenakan di sana kamu akan lihat beraneka koral serta fosil binatang laut. Konon pulau Flores ini dahulunya ada pada basic lautan.

Memburu sunset di Labuan Bajo, kamu dapat naik ke Bukit Cinta, ruangan yang ada pada ketinggian kamu dapat saksikan bentangan laut, bukit-bukit yang indah. Jangan terlewat buat makan malam di Kampung Ujung, beragam santapan seafood berjejer selama jalan dipinggir pelabuhan. Kamu dapat nikmati kondisi enjoy, sekalian lihat panorama pelabuhan, kerlap-kerlip lampu di kapal yang masih hilir mudik akan temani makan malammu.

Labuan Bajo tidaklah terlalu besar kotanya, ruangan yang ramai ada pada Jl Soekarno Hatta, dimana banyak toko penjual layanan travel, restaurant, kafe. Bila kamu belum ngantuk, kamu dapat coba kopi Bajawa yang telah mendunia. Kesimpulannya, Indonesia memang indah.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *