Bertemu Putri Duyung di Pantai Samila, Thailand

Monday , 2, September 2019 Leave a comment

Di Thailand, turis dapat berpose dengan putri duyung. Tempat itu berada pada Pantai Samila, Songkhla.

Pantai Samila yaitu suatu pantai yang namanya baru saya dengar kira-kira akhir tahun yang lalu. Saya memiliki rencana ingin datang ke tempat Thailand yang sedikit orang membicarakannya. Ya, sebetulnya di antara unpopular destination atau saja saja yang kurang gaul.

Pantai Samila terdapat di Mueng, Songkhla, Propinsi Songkhla, Thailand sisi selatan. Sebetulnya pantai ini begitu populer serta diyakinkan berubah menjadi satu diantaranya maksud beberapa wisatawan yang berkunjung ke Hat Yai. Songkhla serta Hat Yai sendiri bersisihan serta bersebelahan langsung dengan Malaysia.

Masa itu, saya menyewa suatu motor dari Hat Yai buat berkeliling-keliling sepanjang saya ada disana. Pilihan ini saya anggap berubah menjadi pilihan paling bijak waktu bertandang kesana. Angkutan umum seperti tuk-tuk sangat mahal bila kita tak bawa rombongan. Tentu dengan beberapa syarat yang udah dipenuhi buat dapat memakai sepeda motor di Thailand.

Lebih kurang satu jam berkendara dari pusat Kota Hat Yai ke Songkhla. Masa itu saya pergi pagi-pagi sekali sehabis salat subuh agar dapat nikmati situasi pantai yang masih sepi. Ditambahkan cuaca Songkhla waktu itu tengah begitu panas, jadi sedapat mungkin jauhi pergi dalam kondisi sinar matahari.ÂÂÂÂÂ

Buat mendapatkan Pantai Samila tidak demikian susah. Banyak arahan arah yang begitu menopang dan lantaran garis pantai ini begitu panjang. Buat masuk ke Pantai Samila, kita tak digunakan ticket apa pun. Walaupun demikian, kondisi pantai ini begitu bersih serta beberapa pedagangnya juga rapi.

Sebetulnya di Pantai Samila kita dapat lihat matahari keluar, tetapi lantaran cukup jauh dari penginapan, jadi saya tak kejar sunrise. Pantai Samila ini dikelilingi oleh Pohon Cemara Udang yang cukup rapat serta rimbun buat tempat berpiknik berbarengan keluarga.ÂÂÂÂÂ

Beruntungnya, saya yang waktu itu ada begitu pagi, jadi dapat rasakan pantai yang seperti pantai pribadi. Memang pesona the golden mermaid sebagai daya tarik beberapa turis. Kondisi pantai memang masih sepi tetapi beberapa wisatawan udah mengantre buat dapat berpose berbarengan patung putri duyung itu.

Bukan tiada faktor bila the golden mermaid berubah menjadi target beberapa wisatawan. Patung ini miliki legenda serta mitosnya yang kondang di golongan orang Songkhla. Patung putri duyung yang tengah duduk serta menyisir rambut yaitu representasi dari narasi yang melegenda itu.

Legenda Putri Duyung ini sempat di kisahkan dalam karya sastra Thailand pada tahun 1809. Di kisahkan, di Pantai Samila ada Putri Duyung yang tengah duduk di batu besar serta meyisir rambutnya gunakan sisir emas. Putri Duyung itu terkejut lantaran ada nelayan yang menyaksikannya. Ia cepat-cepat pergi, sampai-sampai sisir emasnya lantas ketinggal. Sang nelayan menanti putri duyung itu buat kembalikan sisirnya tetapi dia tak pernah tampil .

Buat menyimpan legenda itu, pada tahun 1966 dibikin Patung The Golden Mermaid yang terbuat dari perunggu. Hingga saat ini patung itu konsisten tangguh, bahkan juga miliki mitos yang kondang di golongan wisatawan.

Mitos itu yaitu bila kita menggenggam dada The Golden Mermaid, karena itu lambat atau cepat kita akan kembali ke Pantai Samila. Di antara yakin serta tak yakin tetapi Pantai Samila yang begitu indah serta bikin saya ingin kembali pada sana.

Sayangnya lantaran waktu yang kurang banyak, saya tak dapat nikmati semua pesona Pantai Samila. Meski sebenarnya ombak pantai ini kondang begitu tenang serta pas buat berenang. Kita juga dapat berkuda mengitari bentangan pasir pantai yang putih. Atau kita dapat coba aktivitas olah raga air disana.

Walaupun udah sukses datang ke Pantai Samila, akan tetapi pantai ini masih berubah menjadi satu diantaranya dream destination saya. Pantai ini masih menyimpan banyak keindahan yang ingin saya eksplor lebih jauh kembali. Mudah-mudahan satu waktu dapat kembali ke Pantai Samila.

Awal tahun 2019 ini memang menyenangkan, cari laut hingga harus bersepeda motor di negeri orang. Tidaklah sampai di sini, saya masih ingin kerjakan extraordinary traveling di lain tempat. Saya begitu senang laut serta pantai, satu waktu ingin lihat laut di negara lain, Dubai contohnya.

Dubai miliki banyak pantai. Dari mulai Pantai Umm Suqeim yang waktu matahari tenggelam bisa potret terhebat Burj Al Arab hingga Al Mamzar Beach Park yang tenang. Tetapi paling ingin tahu dengan warna-warni La Mer Dubai.

Pantai ini miliki kabin mandi warna-warni, ditambahkan dengan taman main anak serta banyak cafe dan butik yang estetik. Mudah-mudahan dream destination ke Dubai dapat terjadi pun tahun ini. Datang ke pantai di Dubai seperti extraordinary traveling yang menyuguhkan situasi laut tidak serupa.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *