Bukan Timur Tengah, Ini Salat di Gumuk Pasir Parangkusumo

Thursday , 15, August 2019 Leave a comment

Wisata sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo jadi popular di Yogyakarta. Tidak cuman buat wisata, ruangan sand dune ini pun jadikan jadi tempat Salat Ied.

Wilayah Spesial Yogyakarta, punyai pemandangan yang indah serta unik di beberapa penjurunya, diantaranya merupakan Gumuk Pasir Parangkusumo di Bantul. Tempat ini seringkali dimanfaatkan untuk berekreasi semata-mata berpose atau olahraga sandboarding serta gantole. Akan tetapi, setiap tanggal 10 Dzulhijah penanggalan Islam, tempat ini biasa dimanfaatkan untuk sholat Ied berjamaah. Buat kaum muslim yang tengah ada di Yogyakarta, tidaklah ada kelirunya untuk coba salat Ied di Gumuk Pasir Parangkusumo.

Untuk ketujuan ke area itu, alangkah ada baiknya pergi selesai sholat Subuh paling telat waktu 05.15 dari Kota Jogja, sebab umumnya salat bakal mulai pada waktu 07.00. Jarak dari Kota Yogykarta ke Gumuk Pasir Parangkusumo kira-kira 29 km serta bisa ditempuh kira-kira 45 menit.

Tak ada angkutan umum ketujuan tempat ini, sebab masih begitu pagi serta hari itu merupakan hari lebaran, kebanyakan mengerjakan Salat Ied juga. Jadi baiknya pakai kendaraan pribadi, dapat mobil atau motor. Akses ketujuan Gumuk Pasirnya lantas simpel, dari Jogja, tujukan saja ke selatan ketujuan Jalan Parangtritis, lalu lurus terus sampai bersua pertigaan sebelum loket, lalu belok kanan telusuri jalan tepi pantai. Tempatnya memang dekat sama Pantai Parangtritis.

Mengusahakan agar hingga area sedikitnya 15 menit sebelum sholat, sebab yang hadir untuk sholat bukan cuma penduduk kira-kira, tapi juga banyak turis yang berniat hadir dari kota lain, sampai-sampai sedikit sulit untuk cari tempat parkir sebab ramai. Sesampainya di area, yakinkan kita udah berwudhu, sebab di sini tak ada air untuk berwudhu. Jadi, penyelesaiannya terus mengawasi wudhu dari rumah, atau apabila gagal dapat wudhu di pom bensin atau mushola sebelum pantai Parangtritis.

Seperti biasa, acara Salat Ied berjamaah di Gumuk Pasir ini diinisiasi oleh penduduk kira-kira. Panitia sudah membuat garis batas shaf di atas pasir supaya barisan jadi rapi, tidak lupa pula mimbar untuk khotib sudah ada di muka. Oh ya, sebab terkait tempat ini berpasir, bawa koran sisa, plastik, atau tikar untuk alas sebelum mengadakan sajadah. Beberapa benda seperti botol minum kadang-kadang dibutuhkan pula untuk mengganjal ujung sajadah supaya tak terlipat sebab tertiup angin.

Teriknya matahari waktu itu tak membatasi beberapa jamaah untuk shalat dengan khusyuk serta terus dengerin khutbah sampai tuntas. Sayup-sayup suara debur ombak serta hempasan angin pantai membuat hati jadi tenang.

Kondisi sholat di gumuk pasir ini memang berasa seperti Wukuf di Padang Arafah yang disebut puncaknya beribadah haji. Serupa seperti deskripsi yang sekian lama ini cuma saya dapat disaksikan lewat tv. Terdapatnya tiruan Kabah untuk manasik haji yang terletak tidak jauh dari sini ikut meningkatkan rasa kerinduan bakal tanah suci. Mujur di Indonesia ada tempat seindah serta seunik ini.

Gumuk Pasir Parangkusumo memang unik, tidak cuman pasirnya berwarna hitam, di sini pula ada gundukan bertipe Barkhan, ialah gundukan yang berupa bulan sabit dengan lembah yang terjal, serupa seperti di Timur Tengah. Dari konturnya itu begitu sesuai dimanfaatkan untuk olahraga sandboarding.

Perbedaannya wisata di sini dengan Uni Emirat Arab merupakan, di sini mobil tak diperbolehkan masuk ke daerah berpasir, dan di UEA, Dubai utamanya banyak yang tawarkan sensasi safari offroad memanfaatkan mobil di gurun pasirnya. Tidak hanya itu ada juga perjalanan melewati gurun dengan menunggang unta seperti kondisi di zaman nabi. Wahh, jadi mau sekali rasakan ke Timur Tengah yang sebetulnya.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *