Candi Gedong Songo, Wisata Budaya Kekinian Untuk Milenial

Tuesday , 27, August 2019 Leave a comment

Gak terus-terusan wisata ke candi bikin jadi bosan. Hadir saja ke Candi Gedong Songo di Semarang, ditanggung wisata budaya kamu menyenangkan. Banyak spot photo lho!

Namanya gak asing . Bangunan yang bernama candi ya paling gitu-gitu saja. Akan tetapi, sekarang lokasi wisata Candi Gedong Songo diracuni oleh tempat selfie, hingga ramai pengunjung. Karena itu, saya juga tertarik mengunjunginya.

Mungkin ada yang belum mengetahui Candi Gedong Songo? Sama dengan namanya, Candi Gedong Songo yakni lokasi yang punyai 9 candi. Akan tetapi, yang dapat kita dapati lantaran masih utuh cuma ada 5 candi. Mulai Candi Gedong I yang ada paling bawah sampai Candi Gedong V yang berada di bukit teratas. Candi ini adalah candi Hindu, apabila disaksikan dari reliefnya.

Perihal candi, pastinya ada sejarahnya. Perihal itu sebagai satu diantaranya daya tarik. Sayangnya, Candi Gedong Songo ini tidak sangat banyak diketemukan narasi detilnya. Candi ini dibikin pada saat yang sama debgan Candi Dieng lantaran arsitekturnya menyerupai. Perhatian pertama diadukan oleh Loten pada tahun 1740. Lalu oleh Raffles candi ini disebit Candi Banyukuning pada tahun 1804. Dalam buku The History of Java (1817), Raffles menuliskannya komoleks candi ini jadi Gedong Pitoe lantaran kala itu diketemukan 7 bangunan.

Jalan ke arah Candi Gedong Songo
Kunjungan ke Candi Gedong Songo yakni tempat pertama saya di Semarang. Saya turun di stasiun Tawang. Lalu naik mobil lewat tol menjurus selatan Semarang, naik ke wilayah pegunungan. Kecamatan Bandungab namanya. Sebelum ke area, saya bermalam dahulu di Bandungan Hotel. Hotel yang serasi di kantong, tetapi tidaklah terlalu buruk.

Candi Gedong Songo terdapat di 2 kecamatan, ialah Desa Candi, Kecamatan Bandungan serta Desa Jubelan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Normalnya, kita kesana lewat Bandungan. Jalan ke arah kesana berliku seperti di Batu Malang. Lumrah, terletak di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian 1.200-1.400 mtr. di atas permukaan laut.

Saya kesana cukup hanya taksi online. Tetapi saya rekomendasikan lebih baik menyewa mobil harian supaya lebih fleksibel dengan waktu. Saat petang kendaraan pulang rada sulit dijumpai.

Cost Masuk
Untuk masuk lokasi Candi Gedong Songo kita cukup keluarkan cost sekecil Rp. 10.000. Di dalamnya ada sekian banyak object wisata seperti bumi perkemahan, wana wisata yang tiketnya 5 ribu, Ayanaz tiketnya 25 ribu.

Ada Apa sajakah?
Selesai masuk gerbang masuk, saya menjumpai peta lokasi. Lihat saya tengah memonitor peta, seorang berpakaian merah dekati saya tawarkan layanan kuda. Saya iyakan saja penawarannya. Hitung-hitung supaya terkesan di daya ingat beberapa anak yang belum sempat naik kuda.

Tetapi awal kalinya saya khusyuk memonitor peta dahulu. Areanya amat luas. Disana ada:
1. Candi Gedong I s.d. V.
2. Wisata Berkuda keliling lokasi candi.
3. Pemandian air panas.
4. Mata Air Panas.
5. Ayanaz

Nah, di Ayanaz berikut yang tengah disukai para milenial. Ada spot photo di atas kolam, balon udara, kurungan, dsb.

Jadi oleh karena ada daya tarik baru ini, para milenial dikehendaki dapat melestarikan serta tertarik pada wisata candi juga sekaligus berselfie ria di sini.

Wisata Extraordinaryku
Datang waktunya berkuda. Saya cuma membeli satu kuda untuk dinaiki 2 anak. Saya ajukan pertanyaan pada si bapak penuntun kuda. Apa saya dapat jalan ikuti kuda? Ia menyepakati. Selanjutnya saya jalan di belakang kuda sekalian menggendong anak.

Perjalanan pertama biasa saja. Enteng. Akan tetapi setelah itu jalanannya naik, bikin saya berjalan lebih lamban dibandingkan kuda, ditambah lagi sekalian menggendong bayi tiada gendongan. Berat!

Perjalanan berasa lama, saya lewat rimba. Sampai di ketinggian khusus, saya lihat panorama indah. Sawah-sawah di lembah, serta di seberangnya ada candi! Ya, itu candi yang dapat kita menuju. Apa? Bermakna masih tetap jauh, sedang saya udah kecapekan. Ya, Tuhan!

Harus saya mesti teruskan berjalan kaki. Lantaran 2 kali penawaran kuda yang memburu saya udah saya tolak. Lalu saya lewati rimba kopi yang jalannya ramah, tujuannya tidak naik. Selesai rimba kopi itu baru saya temukan beberapa anak yang riang main. Si kuda istirahat. Oh, nyata-nyatanya di titik ini yakni Candi Gedong IV serta V.

Kemudian, kita berjalan . Selesai berliku jalan rada mengalami penurunan, saya dapati mata air panas. Berbau gasnya ciri khas. Sayangnya, saya ketinggal kuda . Maunya kan photo dengan beberapa anak, tetapi mereka udah duluan.

Ya udah, saya berjalan rada naik sampai hingga di Candi Gedong III. Ini bangunan candi yang terbagus menurut saya. Ada dua bangunan di sini. Lalu saya menambahkan ke Candi Gedong II yang tidaklah terlalu jauh.

Ditengah-tengah perjalanan saya berjumpa si bapak penuntun kuda barusan naik motor. Nyata-nyatanya beberapa anak sudah tiba. Sedang saya belum berjumpa Candi Gedong I. Tukasnya si kakak lenyap masuk ke satu diantaranya spot wisata yang udah saya lewati barusan. Saya disuruh jalan terlebih dulu saja. Sesaat si bapak yang cari.

Tidak lama setalah itu saya juga bersua dengan Candi Gedong I. Perjalanan juga tuntas. Dari situlah saya baru mengerti jika pengunjung tiada kuda langsung dapat ke Candi I naik sedikit-sedikit sampai Candi V. Perjalanannya tidaklah terlalu ekstrim. Tahu demikian kan barusan tidak usah berkuda saja. Tetapi pengalaman memang guru terhebat. Apabila tidak begitu, saya tak kan tahu semua lokasi. Berliburan sampai kecapekan sekalian menggendong bayi tak kan berlangsung. Itu wisata extraordinary saya.

Saya ingin rasakan pengalaman wisata extraordinary lain di Dubai. Ingin merasskan naik dibpuncak paling tinggi Burj Khalifa, rasakan padang pasir, sampai salju indoor yang besar sekali. Mudah-mudahan satu kala terjadi, ya!

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *