Home Sick Saat di Makkah? Ini Tempat untuk Melepas Rindu

Friday , 16, August 2019 Leave a comment

Kala berlibur, home sick atau rindu rumah rata-rata kerap berlangsung. Kamu yg kangen makanan Indonesia kala di Makkah, dapat ada kesini.

Apa yg kurang lebih bakal dirindukan traveller kala bertualang di negeri orang? Mungkin sejumlah bakal menjawab kangen bakal cita rasa masakan tanah air.

Perihal ini pula yg dirasa oleh saya serta suami kala umroh diawalnya Ramadhan tahun ini. Meskipun sehari-harinya kami memakan masakan katering ala Indonesia serta dengan bekal beberapa makanan instant, tetap ada kerinduan pada makanan pujaan kami yakni bakso.

Gayung bersambut, kebetulah saya baru-baru ini membaca group Backpacker Internasional serta menemukannya konten perihal outlet bakso di Tower Zamzam yg rasa-rasanya enak serta layak dicoba. Satu hari sesudah solat tarawih, kami keluar pelataran Masjidil Haram serta melipir masuk ke Tower Zamzam.

Hiruk pikuk pengunjung mall dalam Tower Zamzam bikin saya berpikir jika Masjidil Haram serta sekelilingnya seperti kota yg tidak sudah pernah tidur sebab senantiasa ramai orang berlalu lalang. Mendekati perubahan hari, saya serta suami masih saja cari tempat outlet tuturnya jual Bakso. Kami pernah berputus harapan sebab tidak pun menemukannya outlet bakso yg disebut. Akan tetapi, selesai berkeliling-keliling menjajahi seisi mall, sampailah kami di warung baksoyang kami idamkan.

Outlet bakso ini nyata-nyatanya punya GraPARI Telkomsel yg diresmikan tahun 2015 kemarin. Tempatnya ada pada lantai P3 ruang foodcourt masakan Indonesia di Gedung Abraj Al-Bait atau lebih diketahui dengan Zamzam Tower. Tempat ini senantiasa ramai disinggahi jamaah umrah serta jamaah haji Indonesia. Area GraPARI ini terdiri jadi dua: buat service seluler serta restauran.

Buat dapat nikmati kemewahan rasa bakso asli ciri khas Indonesia ini, harga per mangkoknya 20 SAR atau kurang lebih 80.000 rupiah. Ini bakso termahal yg sudah pernah kami makan seumur hidup. Buat rasa baksonya sendiri, menurut kami enak serta worth it jadi pengobat rasa kangen. Rasa bakso sapinya tidak menyedihkan serta kuahnya pun cukup enak.

Kecuali bakso, outlet ini jual makanan yang lain seperti Mie Ayam, Nasi Goreng, Mie Ayam Bakso, Soto Ayam, Sop Buntut, Ayam Penyet, serta Nasi Rendang dengan rata-rata harga 20-25 SAR. Ada menu buffet alias prasmanan yg dilabeli pada harga 40 SAR.

Mode pembelian sampai penyajiannya untuk saya cukup unik. Kami pesan serta membayar terlebih dulu di kasir, setelah itu kami dikasih alat sejenis calling alarm. Bila alarm bergetar, tanda-tandanya makanan telah siap disajikan. Kami juga duduk manis sambil menanti alarm bergetar. Disaat alarmnya bergetar serta lampu menyala, kami mengambil sendiri sajian bakso di meja saji yg telah disediakan. Menurut kabar, mode semacam itu (memakai calling alarm) telah ditempatkan di banyak restaurant di Lapangan terbang Soekarno- Hatta.

Kabar ini dapat saja berguna buat jamaah haji yg sekarang mungkin tengah merindukan konsumsi makanan ciri khas Indonesia di Mekkah. Silahkan dikabarkan perihal ada outlet GraPARI Telkomsel yg jual bermacam makanan Indonesia ini.

Usai memakan bakso, waktu memberikan jam 01.00 pagi waktu Masjidil Haram, Tower Zamzam tidak sudah pernah sepi. Berulangkali kami berpapasan dengan serombongan masyarakat Arab bergamis serta bersorban kala berjalan pulang ke hotel. Itu kelihatannya masyarakat Uni Emirat, kata suami saya. Setelah itu selama jalan ketujuan hotel tempat bermalam, kami berdiskusi masalah Uni Emirat Arab (UEA) serta impian kami buat dapat menjelajahi atau kerja jadi ekspatriat di negeri yg kaya raya itu.

Kala pergi ke Madinah serta pulang ke Jakarta, kami pernah transit di Abu Dhabi. Sekedar cuma transit tiada keluar lapangan terbang. Bila ada peluang , kami pingin traveling ke menjelajahi UEA terpenting di Dubai.

Mengapa saya pingin ke Dubai?

Sebab Dubai yakni kota paling besar di UEA serta disana ada Burj Khalifa yang disebut simbol Kota Dubai serta hingga sampai sekarang masih jadi menara paling tinggi di dunia. Saya pingin sekali dapat naik ke dek observasinya di lantai 124 yg tuturnya gemilang mengagumkan serta lihat kemewahan Kota Dubai dari At The Top Sky Lounge di lantai 148.

Pengalaman saya naik ke lantai paling tinggi Yokohama Landmark Tower serta Tokyo Sky Tree saja telah bikin saya berdecak terpesona, ah ditambah lagi bila saya dapat menjejaki Burj Khalifa yg besar itu mudah-mudahan terjadi satu nanti saat.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *