Ini Cerita Lain Pulau Komodo yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Friday , 20, September 2019 Leave a comment

Spot-spot wisata bak surga alam di Pulau Komodo memang tiada habisnya buat kita eksplor. Bentangan gugusan pulau diselimuti sucinya pasir putih kemerah-merahan diperlengkapi keeksotisan dunia bawah laut berubah menjadi magnet spesifik buat kita jejaki.
Miliki kesempatan mengabdi saat 45 hari di Pulau Komodo berubah menjadi motivasi saya buat mengeksplor kearifan lokal penduduk, pesona alam serta pastinya perdalam seluk-beluk riwayat Komodo. Berikut ringkasannya.

Indahnya Desa Komodo, desa terpencil dengan sejuta pesona kearifan lokalnya sebagai desa terpencil yg jauh dari hingar bingar kota yg terdapat ditengah-tengah lautan, dibawah kaki Gunung Ara. Desa ini terdiri dalam 1500 jiwa dengan sebagian besar penghuni desa datang dari Suku Komodo. Bekasnya merupakan peranakan Bugis atau Bima.

Desa Komodo terhitung desa wisata yg seringkali disinggahi wisatawan lokal atau internasional sebab kearifan lokal yg masih terpelihara. Kekhasan masyarakatnya yg tinggal berbarengan komodo berubah menjadi budaya yg datangkan banyak pelancong kesana. Kendati banyak masalah penduduk desa dikonsumsi komodo, namun mereka konsisten menyayangi komodo. Mereka memandang jika komodo merupakan nenek moyang mereka.

Riwayat komodo datang dari satu orang Putri Ina Matrea yg melahirkan anak kembar, satu manusia serta satu komodo. Penduduk seringkali menyebut komodo dengan panggilan seba yg punya arti kembaran.

Perihal yg unik dari desa ini, yakni penduduk yg melepaskan kambing peliharaannya berkeliaran di desa. Sampai-sampai waktu komodo turun ke desa, dia tidak konsumsi manusia namun akan konsumsi kambing. Seringkali waktu kita berjalan di desa, banyak kambing yg berlalu-lalang serta main dengan beberapa anak.

Jarangnya pohon pohon hijau di desa membuat kambing di Desa Komodo tidak sekedar konsumsi rumput namun konsumsi makanan yg sama juga dengan pemiliknya, seperti nasi, ikan, sayur, roti serta kopi. Listrik di desa ini menyala tiap-tiap jam 17.00 WITA hingga 06.00 WITA sampai-sampai waktu pagi hingga sore hari listrik akan mati. Desa Komodo cuma punyai satu SD serta SMP yg disebutkan SD-SMP Satu Atap.

Keadaan sekolah masih tetap hanya terbatas, tak punyai kamar mandi, kekurangan area kelas. Sampai-sampai 1 area kelas dibagi berubah menjadi 2 kelas serta beberapa kelas masih gunakan gubug kecil di tepi sekolah.

Sama dengan misi kami jadi calon pendidik bangsa yg mencerdaskan generasi emas. Kami punyai beberapa program yakni program mengajar di SD serta SMP, mengajar metode basuh tangan serta gosok gigi, program mentoring, pelestarian permainan tradisionil, membuat vertical garden tanaman toga dari botol sisa, kerja bakti bersih lingkungan, kursus Tari Arugelle, kursus nugget untuk wanita, pengerjaan perpustakaan serta senam kesehatan jasmani.

Team KKN bekerja sama-sama dengan Ikatan Mahasiswa Pulau Komodo (IMPK) bangun perpustakaan desa. Perjuangan bangun perpustakaan tidak seringan memutar telapak tangan.

Desa Komodo terdapat jauh dari kota, sampai-sampai kami cari bahan baku bangunan di kurang lebih desa. Kami cari pasir serta batu di pulau Pengi, cari kayu di Gunung Ara, datangkan papan, cat serta semen dari Labuan Bajo.

Penduduk bergotong-royong buat menopang pengerjaan perpustakaan, dimulai dengan iuran dana, makanan serta tenaga. Kami sukses menghimpun kurang lebih 2.000 buku yg datang dari donatur di Pulau Jawa. Team KKN menopang acara pernikahan penduduk.

Salah satunya rutinitas yg tunjukkan kearifan lokal di desa wisata komodo merupakan rutinitas pernikahan. Perihal yg unik dari rutinitas pernikahan merupakan penduduk satu desa berhimpun menghimpun uang sampai terkumpul beberapa puluh juta, selanjutnya penduduk bergotong-royong membuat kue unik komodo.

Sebelum acara pesta, team KKN berbarengan pemuda desa mengundang penduduk buat hadiri acara lewat cara door to door ke tiap-tiap rumah. Waktu malam pucuk, rutinitas yang wajib ada di dalam acara pernikahan merupakan beradu joget. Beradu joget dikerjakan oleh keluarga pengantin wanita menantang keluarga pengantin lelaki disertai biduan dari Bima.

Terkecuali itu, Penduduk Perduli Sampah (MPS) Team KKN miliki kesempatan mengeksplor keindahan Taka Makassar. Arah kami tidak cuma buat berliburan namun buat jaga keindahan ekosistem alam dengan memungut sampah serta senam pagi.

Sesampainya di Taka Makassar. Mata akan disuguhi dengan bentangan pasir putih kemerah-merahan menyatu dengan kejernihan air berwarna tosca, diperlengkapi keindahan panorama bawah laut yg mengagumkan.

Kapal-kapal kelihatan seperti melayang-layang di atas air sebab kejernihan air lautnya. Taka Makassar sebagai gundukan pasir putih yg membuat pulau bersifat huruf C.

Sesampainya disana, tidak sabar hati ini buat melangkahkan kaki ambil spot-spot surgawi dengan lensa camera. Panorama benar-benar fantastis membuat saya makin bangga terlahir berubah menjadi generasi muda Indonesia.

Matahari bercahaya cerah disertai hembusan angin sepoi-sepoi yg membuat kami makin semangat buat melaksanakan senam pagi. Iringan lagu wilayah NTT menemani gerak senam kami, membuat badan merasa bugar serta semangat.

Selanjutnya kami bersihkan pulau dengan ambil sampah yg berantakan. Jadi generasi muda, tak sepatutnya kita mengakibatkan kerusakan keindahan alam Indonesia dengan buang sampah asal-asalan. Bawa sampah atau buanglah sampah pada tempatnya, biar keindahan alam Indonesia konsisten lestari.

Gili Lawa sebagai suatu pulau kecil tidak berpenghuni di gugusan Kepulauan Komodo. Sejak tragedi kebakaran pada tanggal 1 Agustus 2018, Gili Lawa amat sepi pengunjung.

Gili Lawa yg dahulunya populer dengan keindahan hijaunya bentangan sabana sekarang sudah berubah jadi gersang. Sabana berubah menjadi cokelat serta pohon pohon terlihatrapuh tidak dengan daun. Namun panorama itu punyai daya tarik spesifik, kita seperti ada di Korea dengan kondisi musim gugur yg menghangatkan.

Pada pulau kecil yg tidak berpenghuni ini ada satu posko dengan arsitektur unik NTT yg di huni petugas TNK buat jaga serta buat perlindungan Gili Lawa. Kamimemutuskan buat berteduh dari teriknya cahaya matahari di Posko TNK sekalian isikan tenaga sebelum memunguti sampah.

Sesudah sang surya sudah bersembunyi dibalik awan, bergegas kami melangkahkan kaki memunguti sampah di Gili Lawa. Selanjutnya kami beristirahat dibawah pohon sekalian bawa kulit mangga yg buahnya sudah kita makan di Taka Makassar.

Mendadak, segerombolan rusa liar mendekat sekalian konsumsi kulit mangga yg kami bawa pula. Ini merupakan pengalaman pertama saya berhubungan dengan rusa liar dengan cara langsung. Rusa demikian jinak serta bisa dibawa berhubungan dengan manusia. Rasa-rasanya tidak ingin kami menyiakan event langka ini tidak dengan mengabadikannya dengan lensa camera.

Nikmati Surga di Pulau Padar, ada seorang yg katakan ‘bagai sayur tidak dengan garam jika kamu ke Labuan Bajo tidak dengan bertandang ke Pulau Padar’.Kalimat itu terngiang disaat saya miliki kesempatan agar dapat mengabdi di Desa Komodo berbarengan Team KKN Mandiri UNNES Desa Komodo, kami kudu menginjakkan kaki di pulau Padar. Kami berbarengan pemuda Desa Komodo liburan ke Pulau Padar.

Perjalanan dari Desa Komodo hingga ke Pulau Padar butuh waktu kurang lebih 1,5 jam. Datang dalam ingatan saya perjalanan akan bikin jadi bosan, sebab jarak yg cukup jauh dari desa, namun perkiraan saya salah.

Selama perjalanan, kita disuguhi bentangan air laut biru kehijauan yg amat jernih, terumbu karang di basic laut kelihatan demikian mengagumkan, diperlengkapi gugusan perbukitan cokelat yg mempersejuk mata. Suara mesin kapal berhenti berarti kami sudah tiba di Pulau Padar.

Kapten kapal memberikan kami waktu 1,5 jam buat mengeksplor keindahan Pulau Padar, sebab bila kelamaan ombak akan makin besar. Sang Surya bercahaya pas di atas kepala berarti jika sekarang waktu 13.00 WITa, Kendati cuaca demikian panas serta terik, perihal itu tak berubah menjadi pencegah semangat kami mendaki Bukit Padar.

Buat menggapai pucuk Padar menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam. Hal semacam itu tidak merasa lama sebab selama pendakian kita akan disuguhi panorama laut serta perbukitan yg memberikan hati mata.

Waktu hingga di pucuk Padar, bibir ini tidak hentinya mengucap rasa sukur nikmati indahnya surga tersembunyi di NTT. Panorama di atas Padar amat fantastis! Bukit-bukit menjulang disana sini, warna cokelat menguasai, laut hijau kebiru-biruan terdiri oleh bukit yg bercabang. Seakan membuat bintang raksasa, putihnya pasir pantai juga ikut juga melambai seakan ingin diselami. Berikut negeriku, negeri kebangganku dengan sejuta pesona alam bak surga dunia.

Kagum pada keindahan ciptaan Tuhan yg terlukis dalam keeksotisan Pulau Padar tidak komplet rasa-rasanya bila kita tidak mengabadikannya dengan lensa camera. Beragam spot photo yg instagramable di Pulau Padar kami jejaki. Karena amat asyiknya berpose, kami lupa jika jam tunjukkan waktu 15.00 WITA. Pada akhirnya, kami bergegas menuruni terjalnya bebatuan.

Sesampainya di kapal, kapten kapal kelihatan rada berang, sebab kami terlambat turun dari pucuk. Mengakibatkan, waktu perjalanan ke arah Desa Komodo, ombak lautan demikian besar.

Perputaran ombak menguncang kapal sampai-sampai kapal merasa ingin terbalik. Kami amat risau serta takut. Kapten hendak memutuskan buat menyenderkan kapal di satu pulau tidak berpenghuni sebab takut kapal akan terbalik serta mengintimidasi nyawa kami. Pada akhirnya, kita terdampar di satu pulau sampai menanti ombak berhenti.

Pulau tidak berpenghuni ini amat indah seperti Pantai Kuta di Bali. Hari mulai gelap, sang surya sudah lenyap serta bertukar rembulan. Ombak di pantai sudah normal kembali serta kami juga menyambung perjalanan pulang ke desa.

Keindahan Pulau Komodo sesudah itu merupakan, Pink Beach yg memesona. Tidak serupa dengan pasir pantai umumnya yg berwarna hitam atau putih. Pink Beach tawarkan kekhasan spesifik dengan ciri-ciri pasir pantai berwarna pink kemerah-merahan. Pink Beach sebagai salah satunya pantai berwarna pink dari 7 pantai yg berada di dunia.

Kekhasan warna pasir pantai dipicu retakan terumbu karang Homotrema Rubrum berwarna merah yg menyelimuri pinggir pantai.Tidak cuma buat berliburan, namun kami menghimpun sampah buat terciptanya keindahan surga di Pink Beach.

Sesampainya di Pink Beach kita akan disuguhi keindahan bentangan gugusan pulau diselimuti sabana rumput kecokelatan yg memutari dataran pasir berwarna pink. Beningnya air pantai yg bergradiasi biru serta tosca membuat karang di basic laut kelihatan demikian mengagumkan.

Segores tinta saya tuliskan pada dinding kamar, menginjakkan kaki di Dubai kupanjatkan tiap-tiap hari penuh dengan berharap mimpiku terjadi. Ya, Dubai berubah menjadi negara dream destination yg amat ingin saya singgahi. Kota termewah di Uni Emirat Arab yg menarik mata tiap-tiap insan akan keagungan gedung pencakar langitnya.

Bila saya bisa wujudkan dream destination ke Dubai berbarengan Visit Dubai akan kukunjungi beragam simbol terpenting di Dubai.This is my bucket daftar in Dubai!

1. Burj Khalifa. Perihal pertama yg kudu kukunjungi waktu di Dubai yakni memandang keeksotisan gedung paling tinggi di dunia. Burj Khalifa sebagai gedung dengan 153 lantai,dengan berat beton sama dengan 100.000 gajah, jumlahnya baja sama dengan baja lima pesawat Airbus 380. Amazing Khan? Wow, This is my dream.

2. Dubai Fountain. Tidak komplet rasa-rasanya ke Dubai tidak dengan memandang air mancur paling besar di dunia. Ya, air mancur yg terdapat di Burj Khalifa dengan luas kurang lebih 30 hektar ini, bisa mengeluarkan air sampai setinggi 500 kaki. Waktu malam hari, kemegahan air mancur makin mengagumkan dengan kemilau sinar lampu. Pelancong bisa nikmati keindahan air mancur sekalian santai ditemani lagu-lagu indah secara gratis.

3. Dubai Mall. Mal paling besar di dunia sebagai surga untuk para wanita buat shopping. Ingin sekali bertandang ke mal yg diperlengkapi akuarium besar serta ring es dengan kemampuan 2.000 orang buat main ice skating.

4. Miracle Garden. Jadi pemuda yg menyukai berpose, tempat kudu yang wajib saya singgahi merupakan Miracle Garden di Dubailand. 45 juta lebih bunga akan memberikan hati mata diperlengkapi Aromatic Garden, Butterfly Park, Colorful Peacocks serta Floral Clock.

5. Burj Al Arabdan Palm Island. Simbol Dubai sebagai hotel bintang 7 dengan ketinggian 321 mtr. sebagai hotel tertinggi ke-4 yg berada di dunia. Salah satunya mimpiku merupakan menyimpan photo di muka Burj Al Arab. Terkecuali itu lokasi yg kudu ku singgahi waktu di Dubai merupakan Palm Island, pulau hasil yg terdapat banyak pertunjukan, hotel populer, shopping mal serta fashion lux yg akan membuat pelancong terhipnotis.

Tersebut Dream Destination yg ingin saya melakukan di Dubai, negara Yang diimpikan yg amat ingin dikunjungi. Hope I can go to Dubai with detikTravel and Visit Dubai. Mudah-mudahan mimpiku terjadi berubah menjadi riil. Wish me luck.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *