Malaysia Juga Punya Gedung Peninggalan Belanda

Tuesday , 3, September 2019 Leave a comment

Bangunan peninggalan Belanda tidak cuma bisa didapati di Indonesia saja, namun juga di Malaysia. Tersebut beberapa salah satunya.
Untuk kali pertamanya saya pergi sendiri ke luar negeri. Jadi pemula, saya menentukan Malaysia jadi lokasi pertama jadi solo traveler, sebab saya sudahlah cukup tahu negara ini serta akses transportasi yang begitu gampang untuk pergi di kota atau luar pulau.

Lokasi pertama saya yaitu Melaka, satu kota yang tenar dengan bangunan masa kolonialisme. Dari Lapangan terbang KLIA, saya langsung beli ticket bis ketujuan Melaka yang memakan banyak waktu 2 jam 30 menit.

Untuk meraih tengah kota, tidak sukar. Kita dapat langsung pesan taksi online maupun gunakan bis. Sebab sampai di terminal telah malam, saya langsung membeli taksi online ketujuan penginapan.

Saat solo traveling, saya lebih menentukan hostel atau guest house ketimbang hotel. Mengapa? Kecuali harga yang murah, saya miliki peluang untuk berjumpa dengan beberapa orang baru.

Walaupun saya pergi sendirian, saya tidak rasakan kesepian, sebab hostel atau guesthouse biasanya selamanya ramai. Ditambah lagi di lokasi wisata seperti Malaysia.

Yang menarik di Melaka yaitu bangunan serta kotanya. Kalian dapat memandang bangunan-bangunan tua peninggalan masa penjajahan Belanda serta Portugis yang dikemas jadi daya tarik pelancong.

Malaysia, sebagai negara yang ramah wisatawan, berarti jadi wisatawan saya rasakan keringanan dalam soal transportasi. Kalian dapat temukan bis gratis untuk ke kota serta untuk pergi ke luar kota, kita tinggal pergi ke terminal dimana semua bis semua arah terpusat.

Bangunan yang pertama saya datangi yaitu Stadthuys, ialah satu bangunan riwayat yang saat ini diperlukan jadi Kantor Administrasi Melaka. Bangunan ini diketahui sebab warnanya merah serta sebagai salah satunya tempat yang waiib didatangi pelancong.

Lantas saya pergi ke St. Paul Church. Satu bangunan gereja paling tua di Melaka biarpun saat ini bangunan itu tidak memiliki fungsi .

Kecuali bangunan tua, salah satunya daya tariknya yaitu Sungai Melaka. Kita dapat sebatas santai di cafe tepi sungai, nikmati keadaan atau hanya memandang wisatawan yang lalu-lalang.

Ya, kalian bakal temukan sangat banyak pelancong atau bisa juga menyewa sepeda untuk berkeliling-keliling kota, memutari tiap-tiap pojok Kota Melaka, begitu menyenangkan.

Yang perlu dijalankan yaitu pergi ke Jonker Street Night Market. Bila orang katakan, itu yaitu one of the Best of Night Market in the world. Bahkan juga orang dari Kuala Lumpur ada ke Melaka saat weekend cuma untuk pergi ke Night Market itu.

Pengalaman yang paling terkesan yaitu saat saya berjumpa dengan satu orang gadis dari Taiwan di guesthouse tempat saya bermalam. Malam hari, kami pergi ke satu mall dengan gunakan sepeda yang kami peroleh gratis dari tempat kami bermalam, wah benar-benar menyenangkan!

Saya mau sekali ke Dubai sebab saya belumlah sempat pergi ke wilayah Timur Tengah. Saya ingin tahu dengan kota itu, yang ujarnya sebagai kota paling kaya serta termahal di dunia.

Saya punya mimpi satu kala saya bakal datang ke Dubai. Biarpun saya mesti menabung sekian tahun agar bisa pergi. Namun dengan menghadirkan lomba ini, siapa tahu saya bakal pergi ke Dubai tahun ini.

Tempat yang mau saya datangi di Dubai yang paling awal yaitu gurun pasir. Saya berkhayal naik unta serta menjajaki gurun pasir di sana. Ke dua, pastinya Burj Khalifa, tempat paling ikonik di dunia. Saya mau memandang kota Dubai dari gedung paling tinggi di dunia.

Ke tiga, saya mau datang ke Palm Jumeirah. Saya ingin tahu dengan pulau yang punyai bentuk seperti pohon kelapa. Keempat, yaitu Kite Beach, satu pantai di tepi kota, mau rasakan sensasi pantai lain ketimbang lainnya. Paling akhir yaitu Al Fahidi, bangunan-bangunan riwayat di Dubai, saya sukai sekali dengan bangunan-bangunan kuno. Jadi mungkin ini bisa menjadi arah idola saya.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *