Menggapai Puncak Tertinggi di Bali

Thursday , 10, October 2019 Leave a comment

Mendaki gunung paling tinggi di Bali yang pasti tinggalkan narasi tertentu. Berikut ini kejadian pengalaman mendaki Gunung Agung yang tidak terabaikan.

Kesempatan ini saya pingin share narasi pengalaman sengit di Bali. Bali adalah tujuan idola buat banyak turis serta yang pasti banyak narasi atau pengalaman liburan di Bali. Tidak hanya banyak pantai yang eksotis dan banyak Pura yang bagus, Bali mempunyai titik paling tinggi adalah Gunung Agung.

Kami bertiga memiliki rencana ke Bali dipicu ada salah satunya relasi kami yang memperoleh job di Bali serta kami dibawa buat menemaninya. Awalannya tak terpikirkan buat kami buat mendaki gunung, lantaran yang terbersit di pemikiran kami ialah berliburan di pantai serta mungkin menyelam.

Tapi satu hari ada seseorang rekan di Bali yang sadari jika kami akan ke Bali serta memberi buah pikiran buat mendaki ke Gunung Agung. Serta kami lantas langsung mempersetujui buah pikiran itu.

Kala kami ingin melaksanakan packing nyata-nyatanya peralatan mendaki kami masih dipinjam, hasilnya kami langsung meniadakan tekad buat mendaki Gunung Agung akan tetapi berliburan ke Bali terus berbuntut. Waktu yang dipakai Surabaya-Bali -/+ 12 jam naik mobil. Setibanya di Bali rekan kami lantas menelpon serta bertanya tempat kami.

Kami lupa memberi tahu jika mendaki gunung urung dijalankan lantaran terbatasnya alat. Tapi rekan kami terus ngotot buat mendaki gunung (telah menyempatkan diri buat kami) serta saat itu pun kami langsung cemas buat cari peralatan seadanya. Di Bali kami bermalam tadi malam di wilayah Kuta baru esoknya kami teruskan perjalanan ke Karangasem Bali Utara seusai job usai.

Rekan kami mempunyai hotel di Karangasem sampai ia memerintah kami buat bermalam disana. Diluar itu Gunung Agung pun terdapat di wilayah Bali Utara. Sepanjang perjalanan ketujuan Karangasem kami berhenti ke Pasar Sukawati buat beli selendang biar kami terus hangat kala mendaki gunung mengingat kami tak bawa peralatan mendaki.

Setibanya di hotel kami dijamu sesudahnya kami berkeliling-keliling di wilayah Karangasem buat cari senter. Karangasem ini adalah wilayah yang jauh dari hinar binar kota sampai sedikit sulit buat cari minimarket kala itu. Pas jam 12 malam kami mengawali perjalanan ke Gunung Agung dengan peralatan seadanya.

Datang di pos parkir di wilayah Pura Besakih serta jam 2 subuh kami melaksanakan pendakian. Selama perjalanan kami bersua dengan beberapa pendaki, kami duga cuma kami saja yang mendaki.

Arah pendakian cukup berat lantaran arahnya naik terus meskipun sedikit ada bonus. Sayang kami tak dapat nikmati matahari muncul di pucuk. Kala matahari muncul kami masih ada di tengahnya arah ketujuan pucuk. Serta pas jam 8 pagi kami baru datang di pucuk. Serta boooooommm… Rasa capek kami terbayarkan.

Meski tak dapat nikmati matahari muncul di pucuk sekurang-kurangnya kami terus dapat menyaksikan keindahan panorama di atas ini. Dapat disebutkan berikut ini negeri di atas awan!

Diluar itu banyak monyet di pucuk ini dan ada juga sesajen dari penduduk lebih kurang. Tidak lupa kami menyimpan moment ini serta nikmati panorama di lebih kurang kami. Di sini juga kami dapat menyaksikan Gunung Rinjani.

Tidak merasa waktu berjalan secara sekejap serta kami lantas harus kembali pada titik point awal. Lebih kurang jam 9 pagi kami lantas turun dari pucuk. Waktu kami turun kami hampir tersesat serta untung kami langsung memahaminya.

Jam 3 sore pada akhirnya kami datang di Pura Besakih serta langsung kembali pada hotel. Ini adalah pengalaman yang tidak akan terabaikan, lantaran kali pertamanya buat kami buat mendaki dengan perabotan seadanya namun juga pendakian langsung kembali tanpa ada berkemah. Demikian share pengalaman mendaki di Gunung Agung.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *