Menjejakkan Kaki di Lore Lindu, Situs Megalitikum Tertua

Sunday , 29, September 2019 Leave a comment

Di Lore Lindu, traveler dapat bertandang ke Situs Megalitikum paling tua. Benar-benar suatu perjalanan yang tidak dapat dilupakan.

Perjalanan saya kesempatan ini mendatangkan perjalanan peradaban megalit paling tua yang ada di Lembah Besoa, persisnya di lokasi Cagar Budaya Lore – Lindu, Sulawesi Tengah. Waktu ini, lokasi Cagar Budaya Lore-Lindu bakal disediakan berubah menjadi satu diantara warisan dunia, sampai perjalanan saya kesempatan ini termasuk extraordinary traveling.

Miliki jarak lebih kurang 157 km dari Kota Palu, Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah. Persisnya di Desa Bariri, ada dua situs megalit ialah Baula (Kerbau) serta Tadulako (Patung Tadulako).

Waktu masuk lokasi situs, kita bakal melalui bentangan pematang sawah punya masyarakat ditempat yang sebagian besar merupakan petani. Dan di lokasi Megalit Tadulako, kita bakal menemui bangunan rumah etika peninggalan suku asli Lore. Ada dua bangunan etika yang begitu unik ialah berupa segitiga.

Rumah Tambi merupakan rumah yang rata-rata dipakai jadi tempat tinggal, punyai anak tangga sejumlah lima buah, pada pintunya ada pahatan kepala kerbau. Bila pintu dibuka, maka keluarkan bunyi seperti suara kerbau. Dan yang satunya bernama rumah Buho, yang memiliki fungsi jadi tempat buat menyimpan lumbung padi.

Masuk lokasi Megalit Tadulako, kelihatan patung Tadulako dengan tempat menghadap ke barat. Menurut narasi orang ditempat, Tadulako merupakan panglima perang yang ada dari suatu perang suku di jaman kurang lebih 3.000 tahun sebelum masehi. Ia dikutuk berubah menjadi batu lantaran suatu kekeliruan.

Saat ini namanya berubah menjadi satu diantara nama Kampus Negeri di kota Palu, Kampus Tadulako. Lokasi Megalit Tadulako punya beberapa arca serta kalamba mempunyai ukuran besar. Kalamba dahulunya memiliki fungsi jadi penampungan air hujan. Arca dengan ukiran kelihatan ada di sejumlah titik, hampir menyatu dengan tanah.

Terkait lokasi Megalit Baula tak dapat diketemukan, pada akhirnya saya menyambung perjalanan ke arah situs Megalit Lempe yang jaraknya tidaklah terlalu jauh dari lokasi Situs Megalith Tadulako. Pada lokasi Megalit Lempe, cuma ada patung Raja Lore serta beberapa kalamba. Ada pada rimba belantara serta dikit mendaki mungkin situs yang berada di lokasi Lempe bakal sukar buat diketemukan.

Akhir dari perjalanan saya di lokasi Megalit merupakan Situs Megalit Pokekea. Pada lokasi Situs Megalit Pokekea, kita bakal menemui semakin banyak patung, kalamba serta arca peninggalan jaman megalit yang banyak lebih kurang beberapa puluh. Dari (menhir), bejana batu (kalamba), meja batu (dolmen), tempat jenazah (sarkofagus),ada yang menarik di lokasi Megalit Pokekea.

Ada patung yang posisnya berdiri serta di hadapannya patung dengan tempat terbaring. Konon narasi, patung yang berdiri merupakan kekasih yang sedang bersedih di muka jasad kekasihnya yang wafat. Patung ini berubah menjadi lambang cinta sejati.

Banyak pelajaran serta peristiwa bernilai yang bisa kita serap di tiap-tiap momen perjalanan. Belajar mengetahui lebih dekat sama Pencipta, bagaimana kebesaran-Nya atas semua ciptaan-Nya yang berada di bumi ini.

Perihal ini bikin saya punyai yang di cita-citakan besar buat dapat traveling ke banyak tempat. Temukan beberapa hal baru, diantaranya merupakan Dubai dimana kota ini sebagai satu diantara tempat yang banyak disinggahi banyak traveler bahkan juga bintang besar seperti Ronaldo.

Saya mau sekali nikmati tiap-tiap detik dari keindahan Dubai, bertandang ke Bastakia Quarter, Desert Safari Dubai, Big Red, Jumeirah Beach, The Top Burj Khalifa. Menangkap semua momen terindah serta share narasi serta pengalaman saya saat di Dubai.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *