Pemandangan Cantik Ini Ada di Sorong

Sunday , 13, October 2019 Leave a comment

Papua gak cuma punyai Raja Ampat saja. Nikmati pula keliling pulau-pulau cantik yang ada di Kota Sorong ya.

Kota Sorong di Papua Barat dikelilingi pulau-pulau dengan pantai serta panorama cantik. Tak perlu ke Raja Ampat kalau waktu serta dana hanya terbatas. Sekali merengkuh dayung, sejumlah pulau cantik di kira-kira Sorong bisa di nikmati.

Selesai berada di Sorong sekian hari, saya pada akhirnya memiliki kesempatan pula untuk datang ke pulau-pulau kecil di kira-kira kota ini. Makna kerennya island hopping, yakni telusuri sejumlah pulau dalam sekali perjalanan.

Sebetulnya terdapat sejumlah pulau-pulau kecil di kira-kira Sorong yang dapat didatangi serta semua tawarkan panorama laut yang indah. Tetapi dalam trip kesempatan ini, saya serta kawan-kawan pingin enjoy serta nikmati perjalanan. Jadi kami cuma targetkan datang ke dua pulau saja.

Kami pergi gunakan perahu motor tempel yang kami sewa untuk 1 hari. Kami pergi dari area Rufei, satu diantara desa di Sorong yang berada dipinggir pantai. Tak lama selesai perahu yang kami tumpangi tinggalkan muara sungai, panorama kampung nelayan yang padat pelan-pelan berubah jadi laut terlepas berwarna hijau kebiruan.

Kami sangatlah nikmati segarnya udara serta cahaya matahari pagi yang hangatnya masih cukup ramah. Pulau pertama sebagai arah kami merupakan Pulau Um, pulau kecil yang berada di timur laut Kota Sorong. Jarak dari daratan Sorong ke pulau ini sebetulnya terkait dari titik mana kita melintas.

Kebetulan dari tempat kami berangkat tempat pulau ini cukup jauh, diperlukan kira-kira tiga jam perjalanan. Tetapi tak kenapa, kami berencana pilih kecepatan enjoy agar tidaklah terlalu basah serta dapat nikmati panorama alam kira-kira.

Di kanan perahu mata kita bakal dimanja dengan deretan rimba yang masih hijau lebat. Kalau mata Anda cukup teliti, di antara pohon-pohon itu kadang bakal tampak burung Rangkong serta Kakatua Putih, dua spesies burung yang dilindungi.

Selama perjalanan juga lumayan banyak beberapa titik pantai yang bagus untuk berhenti sesaat semata-mata untuk menangkap gambar indah yang tersaji. Kami juga pernah berhenti satu spot bernama Batu Lubang sebagai susunan karang dengan lubang besar seperti pintu gua di tengahnya. Tempat ini bukanlah tempat umum didatangi pelancong.

Untungnya kawan yang temani perjalanan saya sebagai masyarakat lokal. Ia terlebih dulu menjumpai tetua di kampung itu untuk minta izin agar kami bisa berpose di tempat itu. Waktu kami dekati Batu Lubang, seekor burung Kakatua Putih berkokok di atas pucuk pohon seolah menyongsong kehadiran kami. Karang di tempat itu cukup tajam, hingga kami harus waspada ambil langkah agar kaki tak terluka.

Tidak hanya bentuk Batu Lubang nya yang unik, dari titik itu kami dapat nikmati panorama laut yang memesona dengan langit biru cerah. Selesai bahagia ambil gambar di tempat itu, kami juga menambahkan perjalanan ke arah pulau Um. Mendekati tengah hari pada akhirnya kami juga datang disana.Um dalam bahasa Suku Moi, suku yang miliki hak ulayat di area ini bermakna kelelawar.

Memang pada waktu kami bertandang, pucuk pohon-pohon ramai dipenuhi akan kelelawar yang tengah beristirahat. Pulau Um sebagai pulau kecil dengan pohon-pohon hijau rimbun serta pasir putih selama pantai. Air laut di dekat pulau ini sangatlah jernih dengan warna hijau kebiruan. Kawan saya langsung melepas letih gara-gara duduk di perahu dengan mandi di air laut yang jernih sekalian nikmati panorama kira-kira yang indah.

Dari pantai Pulau Um ini kita dapat menyaksikan daratan Papua yang hijau di ujung laut biru. Lantaran udah siang, kami pernah nikmati bekal nasi kuning yang kami bawa pula dari Sorong. Bagusnya, bertamasya ke pulau-pulau di kira-kira Sorong akan tambah nikmat dengan membakar ikan serta nikmati kelapa muda.

Tapi lantaran kami bangun dikit kesiangan, kami cuma pernah bawa nasi kuning. Itu juga sangat nikmat. Selesai bahagia nikmati Pulau Um, kami juga berangkat ke arah seterusnya, yakni Pulau Matan. Matahari yang udah tegak di atas kepala serta ombak yang cukuplah tinggi membuat perjalanan ke pulau ini berasa lebih berat. Tapi semua terbayarkan waktu kami datang di pulau kecil yang yang berada di barat Sorong.

Pulau ini ukurannya lebih kurang sama seperti Pulau Um. Tetapi, pantai dengan airnya yang jernih dibingkai nyiur tinggi melambai-lambai, menyerupai panorama yang kerap kita lihat di majalah-majalah travel. Di satu bagian pantai ada dermaga kayu yang dapat diperlukan untuk perahu merapat sewaktu air tengah pasang. Dermaga ini juga berubah menjadi spot photo yang sangatlah instagramable buat pengunjung.

Pulau Matan lebih siap terima pengunjung dibandingkan Pulau Um, tampak dari bangku-bangku kayu yang ada disana. Kita harus membayar Rp 50.000 agar bisa duduk di bangku-bangku itu. Dahulu waktu lapangan terbang Sorong masih berada di Pulau Jefman, bukan di Kota Sorong seperti sekarang, Pulau Matan kerapkali berubah menjadi tempat ngaso pengunjung dalam serta luar negeri sebelum mereka melintas ke kota sorong.

Kami bahagia nikmati pantai Pulau Matan, komplet dengan koleksi foto-foto yang memesona. Lantaran senja udah membayang serta ombak pula kian tinggi, kami juga pada akhirnya putuskan kembali lagi Sorong. Selama perjalanan pulang kami terus menandai pulau-pulau yang kami lihat jadi arah island hopping kami seterusnya.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *