Penang dan Wisata Budayanya

Saturday , 14, September 2019 Leave a comment

Keindahan budaya Penang di Malaysia gak kalah dengan objek wisatanya. Salah satunya yang disukai banyak orang adala mural disana.

Sewaktu saya melaksanakan satu perjalanan, bukan sekedar keindahan alam yang saya mencari, namun juga keindahan warisan budayanya. Keindahan alam melukiskan begitu baik manusia menjaga alamnya. Dan keindahan warisan budaya melukiskan begitu manusia menghargai budayanya.

Penang atau Pulau Pinang salah satu tempat di Malaysia yang ingin saya datangi. Akhir Bulan April 2019, saya berpeluang menyaksikan dengan cara langsung keindahan serta kekayaan warisan budaya dunia di Penang. Budaya yang terbangun di Penang nyatanya lebih bermacam dari yang saya duga awal kalinya.

Georgetown Penang umpamanya, terdapat di samping timur laut pulau serta menyimpan banyak gabungan budaya. Dari mulai budaya Tiongkok hingga India dapat kita dapatkan di sini. Tak salah memang bila UNESCO menetapkannya jadi World Heritage Site pada tahun 2008.

Seperti yang dilaksanakan banyak orang-orang bila bertandang ke Penang, saya memburu photo di Street Art yang menyebar di Georgetown. Namun awal kalinya, saya mulai penjajakan Georgetown saya dari Clan Jetty. Saya pergi begitu pagi sebelum matahari muncul, sebab saya ingin menyaksikan matahari muncul di pesisir Penang.

Clan Jetty ini ialah perkampungan klan Tiongkok yang bermigrasi ke Penang mulai sejak era ke-19. Ada beberapa klan yang menempati perkampungan pesisir ini, seperti klan Chew sampai Lee.

Umumnya, setahu saya, bila perkampungan nelayan atau perkampungan pesisir itu condong jorok, namun soal sesuai itu tak berlaku di sini. Clan Jetty begitu cantik, bahkan juga menjadi tempat yang harus didatangi oleh pelancong.

Bila ingin bergaya dengan nyaman, saya anjurkan untuk hadir pagi-pagi seperti yang saya laksanakan. Tapi bila hadir lebih siang tidak juga kalah menarik. Kita dapat menyaksikan masyarakat Clan Jetty mengerjakan aktivitas serta keadaan perkampungan merasa lebih hidup. Cantik serta rapinya rumah-rumah di Clan Jetty ditambah beberapa orang yang tengah mengerjakan aktivitas dapat membuat kita merasakan di tengahnya budaya tua yang tertangani.

Suka berkunjung ke Clan Jetty, saya bergerak ke Lebuh Acheh serta seputarnya untuk memburu Street Art Penang. Saya sendiri seringkali membiarkan mural-mural sebab begitu konsentrasi menyaksikan bangunan dan kios-kios di bangunan tua yang cantik. Kembali, saya terpesona dengan Penang sebab mural-mural itu tak kurangi estetika bangunan-bangunan kuno yang tetap berdiri kuat.

Mural-mural itu nampak begitu menyatu dengan aktivitas masyarakat serta bangunan disana. Tak memaksakan penampilan bangunan tua sebagai warisan budaya biar nampak lebih kekinian, malah street art itu seperti melukiskan jika kebudayaan di Penang tarawat dengan begitu baik.

Dream destination saya memang berkesan tua sekali sebab begitu suka berkunjung ke beberapa situs warisan budaya dunia. Tak berhenti disana, bila ada peluang , saya ingin menambahkan dream destination saya untuk berkunjung ke warisan budaya negara lain, seperti Kota Dubai.

Dubai yang dideskripsikan beberapa orang ialah tempat yang begitu indah dengan semua keringanan serta ke-modernannya. Namun saya malah ingin melaksanakan Extraordinary Traveling di Dubai, ialah menyaksikan warisan budayanya. Heritage and Diving Village Dubai, nama ini begitu mengundang perhatian saya. Tempat ini sebagai warisan arsitektur, budaya, serta maritim Dubai. Bangunan bersejarah yang menyokong perekonomian Dubai di waktu dulu. Sama dengan namanya, pada tempat ini banyak pengunjung dapat menyaksikan serta ikuti kelas menyelam untuk cari mutiara. Mudah-mudahan satu kala dapat berkunjung ke tempat yang diimpikan saya ini.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *