Petualangan ke Batu Lobang di Pulau Enggano

Tuesday , 6, August 2019 Leave a comment

Batu Lobang di Pantai Komang satu diantara tujuan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Obyek wisata ini demikian unik.

Batu lobang. Apakah itu Batu Lobang? Batu yg berlubang? Apa istimewanya?

Kala ke Pulau Enggano, janganlah lupa ke Batu Lobang. Tempatnya di Pantai Komang yg berada pada sisi utara Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Berangkatnya dari Desa Banjarsari memanfaatkan perahu. Apabila ingin pergi ke sana, diminta pergi dari pagi hari. Janganlah lupa mengawasi cuaca, sebab apabila air lautnya pasang maka bisa susah berenang kedepannya sebab arus yg deras.

Hasrat ini baru terkabul di minggu paling akhir di Enggano, selesai kira-kira 3 minggu Kuliah Kerja Riil di pulau itu. Sebab kami temani DPL ke Banjarsari, kami jadi tahu bila kawan-kawan kami ingin pergi ke Batu Lobang besoknya, serta lantaran itu pula rombongan kami miliki waktu buat nanya-nanya bagaimana tekniknya pergi ke Batu Lobang.

Beruntungnya kami, kami dapat pergi satu hari selesai beberapa anak dari Banjarsari. Sebab kapalnya miliki BUMDES alias tubuh upaya warga desa, sekedar ada satu jadi gak dapat ramai-ramai sekali. Satu kapal dapat muat ber-14, dikurang 2 sama yg miliki kapal jadi dapat angkut 12 orang sich, tetapi buat pergi hari Senin sudah full, maka dari itu kami bisanya hari Selasa. Untungnya, bensin udah masuk hari Minggu lalu, jadi buat bahan bakar.

Buat ke Komang, gak butuh bawa juga bekal banyak-banyak sebab kelak dicarikan ikan sama yg miliki kapal. Yg sulit itu mencari jeruk nipis buat sambal kecap, sebab tak ada yg tanam. Sayur mayur ada yg jual, tetapi kadangkala apabila hasil kebunnya belum panen serta kapal dari Bengkulu belum hadir buat persediaan, ya jadi langka deh.

Pagi hari sebelum pergi, rombongan datang di Banjarsari serta saya diminta buat pinjam sepatu karet teristimewa sebab apabila berenang pada karang yg tajam, kaki dapat cedera. Gak kebayang bila hingga sampai cedera. Buat mencegah, janganlah lupa siapkan kotak P3K. Tidak cuman buat photo, gadget lain baiknya ditinggal agar meminimalkan kemungkinan ketinggal serta rusak terserang air laut.

Selanjutnya kira-kira waktu 09.00 WIB kami naik perahu serta pergi. Ini pengalaman pertamaku naik perahu kecil serta pergi ke pantai antah berantah. Extraordinary travelling sekali hehe. Sebelumnya masih tampak jelas basic lautnya, lama kelamaan semakin jauh dari daratan serta rasakan sensasi memakai ombak.

Selesai beberapa lama ditengah-tengah laut, kami mulai mendekat ke darat. Warna-warni laut membuat kami hening nikmati keindahan alam. Ada yg warnanya hijau saja, ada yg biru muda, ada yg biru tua, ada yg bening. Paling cantik sich sesuai jadi warna biru tosca. Sebab ada ganggang serta rumput laut, jadi ingin tak ingin mesinnya dimatikan serta perahunya didorong. Lantas kami hingga sampai di titik dimana harus menyambung perjalanan dengan berjalan kaki. Pantainya banyak karang, jadi susulnya jalan kaki.

Perahu lantas ditambatkan serta kami lanjut jalan kaki. Dipinggir pantai sangat banyak kerang unik. Seperti di film Spongebob yg kerang ajaib itu, ada beberapa sekali di pantai, dengan situasi serta warna yg berlainan. Oh ya saya pernah review ular laut pula, warnanya hitam putih. Tempatnya ia menjauh ke kami sich. Sebab ini alam liar, berhati-hati ya gengs, jangan sempat terluka.

Kita lantas sudah tiba. Nyata-nyatanya ini Batu Lubang. Seperti gerbang kecil dipinggir laut. Kami semakin mendekat, serta tampaklah laguna dengan air jernih disana. Beberapa ikan kecil pula terlihat disana. Saya mau tergesa-gesa nyebur, tetapi lelah pula jalan kaki. Keseluruhan waktu perjalanan kira-kira 1,5 jam.

Matahari udah tinggi, tetapi kami tak perduli. Nyebur dahulu intinya. Hemm airnya dingin. Karangnya banyak memang sekali, serta saya ucapkan syukur dipinjamin sepatu. Sebab lagunanya alami, jadi ketaksamaan kedalamannya berlainan. Berenang di kolam ini relatif aman sebab tidak demikian dalam. Apabila ingin snorkeling atau diving sesungguhnya dapat di pantai tetapi arusnya cukup deras, jadi buat yg tak memiliki pengalaman ya di kolam alami Batu Lobang saja. Oh ya, sesungguhnya ‘gerbang’nya itu ada dua. Tetapi di kolam yg lebih kecil itu ada terumbu karang yg warnanya ungu pekat, yg tuturnya beracun. Kami berani lihat saja tak mengambil efek..

Senang berenang, kami kembali pada darat serta beristirahat. Kebetulan pula ikan udah ditangkapkan. Jadi kami dapat makan ikan fresh dari laut. Hanya cukup memakai api unggun serta meja kayu kecil yg dibikin dari ranting-ranting, kami dapat makan ikan bakar yg enak. Dikonsumsi hangat-hangat dengan nasi putih sekalian dicocol sambal kecap. Uuh enaknya. Satu orang dapat makan hingga sampai 3 ikan, serta masih bersisa pula ikannya buat dibawa pulang ke sekretariat KKN.

Lantas kami lanjut jalan ke segi satunya dari Batu Lobang. Bagus sekali pemandangannya, ditambah lagi cahaya matahari sorenya menerpa air laut serta membuat warnanya lebih tambah cantik. Di sini pula terumbu karangnya cantik-cantik. Hari mulai sore. Kami selekasnya membereskan beberapa barang serta berubah busana. Bawaan semakin berat sebab bawa busana basah. Selesai meyakini tak tinggalkan sampah, kami pulang memakai perahu.

Senang pula sepanjang hari main di pantai pribadi, eh, Pantai Komang. Sebab air lautnya naik, jadi perjalanan pulang lebih mulus dibanding pergi. Sedikit terlibat rumput laut. Di kegelapan, saya lihat sangat banyak cahaya keperakan di kira-kira perahu, khususnya di percikan air disaat perahu melesat. Nyata-nyatanya itu plankton. Cantik sekali. Pengalaman main ke pulau memang gemilang. Keanekaragaman flora serta fauna alaminya buat nagih.

Eh tetapi bagaimana ya bila ke pulau produksi seperti yg berada pada Dubai? Kayaknya menarik. Di Dubai ada juga akuarium jumbo kan ya, di Dubai Mall. Bagaimana ya rasa-rasanya mengawasi fauna laut tak mesti susah-susah naik perahu serta berenang? Wah jadi mau sekali ke Dubai.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *