Pulau Angso Duo, Wisata Religi yang Punya Cerita Mistis

Monday , 9, September 2019 Leave a comment

Kota Pariaman di Sumatera Barat punyai Pulau Angsa Ganda yang cantik. Kerapkali disinggahi buat wisata religi, pulau ini pula punyai narasi mistis.
Hayo siapa yang menyukai berlibur ke pantai? Saya termasuk juga orang yang menyukai dengan pantai. Untuk saya sendiri pantai sebagai tempat yang bisa menyimpan semua perasaan yang sedang saya alami serta metode saya buat berhubungan dengan alam. Oh, iya! Apa kamu sudah pernah dengar atau sudah pernah bertandang ke Pulau Angso Ganda yang ada pada Pariaman, Sumatera Barat ?

Ya, belakangan ini wisata pantai di Pariaman tengan jadi perhatian beberapa wisatawan domestik atau internasional. Terkecuali itu, sudah pernah ada shooting buat salah satunya acara TV mengenai explore alam Indonesia yang ditampilkan di salah satunya tv nasional. Sebelum saya mengenalkan keindahan alam serta misteriusnya Pulau Angso Ganda ini, alangkah lebih baik saya perkenalkan lebih dahulu peristiwa Kota Pariaman.

Kota Pariaman sebagai sisi dari area rantau Minangkabau. Dahulunya area di Pariaman sebagai pelabuhan sebagai urat nadi untuk masyarkat Minangkabau. Banyak pedangang dari beragam negara seperti India, Eropa, yang ada ke Pariaman buat berdagang emas, lada serta hasil perkebunan dari pedalaman Minangkabau.

Tetapi, pada era ke-17, area di Pariaman berganti lantaran ada kekuasaan itu ada dalam kedaulatan kesultanan Aceh. Saat ini Pariaman udah berganti dengan perubahan jaman serta mulai tumbuhnya perekonomian di Pariaman.

Mempunyai letak geografis di daratan rendah yang ada di pantai barat Sumatera Barat dengan ketinggian di antara 2 mtr. s/d 35 mtr. di atas permukaan laut dengan luas daratan 73,36 Km persegi dengan panjang pantai sekitar 12,7km dan luas perairan laut 282,69km persegi dengan mempunyai 6 pulau kecil-kecil salah satunya Pulau Angso Ganda, Pulau Gosong, Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Kasiak.

Kota Pariaman sendiri mempunyai iklim tropis yang bertipe basah, lantaran dikontrol sama angin barat serta bulan kering yang amat pendek periodenya. Oke saya tak kan perpanjang pengkajian mengenai kota Pariaman, saya dapat langsung masuk saja ya ke Pulau Angso Ganda. Sedetailnya berikut ini.

Berasal dari berlibur semester akhir serta sebelum sidang skripsi yang pasti pada Juli 2017 kemarin. Berlibur kesempatan ini saya sudah mempunyai ide buat pergi ke Pulau Angso Ganda buat membebaskan lelah dari draf-draf skripsi yang bertumpuk di kamar serta hendak memutuskan buat pulang kampung.

Pulau Angso Ganda sebagai satu diantara enam pulau di pantai Pariaman yang jaraknya 2 mil dari pinggir pantai atau butuh 15 menit perjalanan gunakan boat atau kapal nelayan yang dapat kamu sewa pada harga Rp 25.000 pulang-pergi. Pulau Angso Ganda amat sesuai untuk kamu dengan keluarga yang ingin pergi berwisata atau sekadar membebaskan lelah dari kegiatan rutin pekerjaan.

Disana kamu dapat kerjakan beragam kesibukan dimulai dengan main air, snockling, atau sekadar main pasir serta riak ombak sembari nikmati hilir mudik beberapa nelayan di pantai.Mempunyai luas lebih dari 5 hektare di dalamnya tumbuh beranekaragam tumbuhan unik perairan, mangrove, serta bermacam tumbuhan semak belukar.

Eits, tidak asik jika kita mengulas yang keindahan Pulau Angso Ganda saja. Ada lagi yang membuat menarik serta memiliki bau horor merupakan ada kuburan panjang yang menaikkan mistisnya aura Pulau Angso Ganda. Kuburan yang mempunyai panjang menggapai 6 mtr. serta tertutupi kain putih dengan ada dua batu nisan memiliki ukuran besar.

Menurut narasi dari orang ditempat, kuburan panjang sebagai makam seoarang guru dari ulama besar di Sumatera Barat yang mempunyai dampak besar dalam penebaran agama islam adalah Syekh Burhanuddin Ulakan, Padang Pariaman. Menarik, kuburan panjang ini banyak dikunjungi oleh beberapa pelancong domestik lokal atau internasional.

Sekarang, kuburan panjang itu banyak jadikan oleh orang ditempat buat ritual keagamaan. Terkecuali itu, di Pulau Angso Ganda ini pula mempunyai surau (musala) yang beranama “Surau Tuanku” yang seringkali jadikan object wisata keluarga kecuali tempat melaksanakan ibadah.

Saat saya berkunjung ke Pulau Angso Ganda ini jumlah ulat-ulat bulu yang unik. Nikmati suana pantai sampai sore itu sangat romantis buat dilalaikan, saya perlu berbangga jadi putera wilayah dengan pesatnya perubahan Kota Pariaman jadi kota yang konsentrasi pada pariwisata pantainya. Hormat !

Eh, takut kelupaan tulisan ini saya bikin biar beberapa pembaca dapat berkunjung ke object wisata Kota Pariaman kebanyakan. Terkecuali itu, tulisan ini saya perlombakan buat salah satunya ikuti lomba ke Dubai. Apa saja sich yang dapat saya kerjakan di Dubai? Banyak sich, antara lainnya saya ingin tahu lebih dalam berkaitan kearifan lokal ditempat serta ingin ke pasar tradisionil disana, simpel kan? mudah-mudahan terjadi, ya! Amiin. Wish me luck.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *