Tempat yang Wajib Didatangi di Taman Nasional Komodo

Friday , 11, October 2019 Leave a comment

Gugusan pulau berpasir putih serta pesona bawah laut berubah menjadi magnet Taman Nasional Komodo. Kearifan lokal orang serta sejarahnya pula berubah menjadi kesan-kesan dalam.

Lagu Indonesia Pusaka menggugah jiwa nasionalisme saya serta buka pandangan dapat keindahahan serta kekayaan negeri ini bak surga dunia, negeri yang tawarkan sejuta pesona wisata alam yang memberikan hati mata. Spot-spot wisata bak surga alam di Pulau Komodo memang tiada habisnya untuk kita eksplor.

Bentangan gugusan pulau diselimuti sucinya pasir putih kemerah-merahan ditambahkan dengan jernihnya lautan serta keeksotisan dunia bawah laut seolah berubah menjadi magnet tertentu untuk kita telusuri. Ya, punya kesempatan mengabdi saat 45 hari di Pulau Komodo berubah menjadi motivasi untuk mengeksplor kearifan lokal orang, pesona alam serta tentu perdalam seluk beluk peristiwa Komodo. Ini bucket daftar saya saat di Pulau Komodo.

Desa Komodo, desa terpencil dengan sejuta pesona kearifan lokal

Desa Komodo adalah desa terpencil yang jauh dari hingar bingar kota yang terdapat ditengah-tengah lautan, dibawah kaki Gunung Ara. Desa ini terbagi dalam 1.500 jiwa dengan sebagian besar penghuni desa datang dari Suku Komodo serta bekasnya yakni peranakan Bugis atau Bima.

Desa Komodo termasuk juga desa wisata yang seringkali disinggahi wisatawan lokal atau internasional sebab kearifan lokal yang masih terpelihara serta kekhasan masyarakatnya yang tinggal bersama dengan Komodo. Walau banyak perkara masyarakat desa dikonsumsi komodo, akan tetapi masyarakat desa masih menyayangi komodo. Mereka merasa kalau komodo yakni nenek moyang mereka. Peristiwa komodo datang dari satu orang putri Ina Matrea yang melahirkan anak kembar, satu manusia serta satu komodo. Orang seringkali menyebut komodo dengan panggilan Sebae yang punya arti kembaran.

Perihal yang unik dari desa ini yakni orang membebaskan kambing peliharaannya berkeliaran di desa, sampai kala Komodo turun ke desa tak kan memakai manusia akan tetapi dapat memakai kambing. Kerapkali kala kita berjalan di desa, banyak kambing yang berlalu lalang serta bermain dengan beberapa anak. Sebab jarangnya pohon pohon hijau di desa, kambing di desa Komodo bukan hanya konsumsi rumput akan tetapi konsumsi makanan yang sama juga dengan pemiliknya seperti nasi, ikan, sayur, roti serta kopi.

Listrik di desa ini menyala tiap-tiap jam 17.00 WITA sampai 06.00 WITA sampai kala pagi sampai sore hari listrik dapat mati. Desa Komodo cuma punyai satu SD serta SMP yang dimaksud SD-SMP Satu Atap. Keadaan sekolah masih tetap hanya terbatas sebab sekolah tidak punyai kamar mandi, kekurangan ruangan kelas sampai 1 ruangan kelas dibagi berubah menjadi 2 kelas serta sejumlah kelas masih memakai gubug kecil ditepi sekolah. Sesuai sama misi kami jadi calon pendidik bangsa yang mencerdaskan generasi emas. Kami punyai sejumlah program yakni program mengajar di SD serta SMP, mengajar trik basuh tangan serta gosok gigi, program mentoring, pelestarian permainan tradisionil, bikin vertical garden tanaman toga dari botol sisa, kerja bakti bersih lingkungan, kursus Tari Arugelle, kursus nugget buat wanita, pengerjaan perpustakaan serta senam kesegaran jasmani.

Satu diantaranya rutinitas yang tunjukkan kearifan lokal di desa wisata Komodo yakni rutinitas pernikahan. Perihal yang unik dari rutinitas pernikahan yakni masyarakat satu desa berhimpun beriuran uang sampai terkumpul beberapa puluh juta rupiah setelah itu masyarakat bergotong royong bikin kue ciri khas Komodo. Sebelum acara pesta, klub KKN bersama dengan pemuda desa mengundang masyarakat untuk hadiri acara lewat cara door to door ke tiap-tiap rumah. Waktu malam pucuk, rutinitas yang penting ada di dalam acara pernikahan yakni beradu joget. Beradu joget dijalankan oleh keluarga pengantin wanita menantang keluarga pengantin lelaki disertai biduan dari Bima.

Taka Makassar, surga bawah laut yang menakjubkan

Bersama dengan Orang Perduli Sampah (MPS) kami Klub KKN punya kesempatan mengeksplore keindahan Taka Makassar. Maksud kami tidak cuma untuk bertamasya akan tetapi untuk jaga keindahan ekosistem alam dengan memungut sampah serta senam pagi.

Sesampainya di Taka Makassar. Mata dapat dihidangkan dengan bentangan pasir putih kemerah-merahan berbaur dengan kejernihan air berwarna toska ditambahkan keindahan panorama bawah laut yang memesona. Kapal-kapal kelihatan seperti melayang-layang di atas air sebab kejernihan air lautnya. Taka Makassar adalah gundukan pasir putih yang membuat pulau berupa huruf C. Sesampainya di sana, tidak sabar hati ini untuk melangkahkan kaki ambil spot-spot surgawi dengan lensa camera. Panorama benar-benar mengagumkan bikin saya makin bangga terlahir berubah menjadi generasi muda Indonesia.

Matahari cemerlang cerah disertai hembusan angin sepoi-sepoi yang bikin kami makin bergairah untuk melaksanakan senam pagi. Iringan lagu wilayah NTT mendampingi gerak senam kami bikin badan merasa bugar serta semangat. Setelah itu kami bersihkan pulau dengan ambil sampah yang berantakan. Jadi generasi muda, tidak sepatutnya kita mengakibatkan kerusakan keindahan alam Indonesia dengan buang sampah asal-asalan. Sertakan sampah atau buanglah sampah pada tempatnya kala kita travelling supaya keindahan alam Indonesia masih lestari.

Gili Lawa

Gili Lawa adalah satu pulau kecil tidak berpenghuni di gugusan Kepulauan Komodo. Sejak tragedi kebakaran pada tanggal 1 Agustus 2018, Gili Lawa sangatlah sepi pengunjung. Gili Lawa yang dahulunya populer dengan keindahan hijaunya bentangan sabana sekarang sudah menjadi gersang. Sabana berubah menjadi coklat serta pohon pohon kelihatan ringkih tiada daun. Namun panorama itu punyai daya tarik tertentu, kita seperti ada di Korea dengan keadaan musim gugur yang menghangatkan.

Di pulau kecil yang tidak berpenghuni ini ada satu posko dengan arsitektur ciri khas NTT yang ditinggali petugas TNK untuk jaga serta buat perlindungan Gili Lawa. Kami putuskan untuk berteduh dari teriknya cahaya matahari di Posko TNK sembari isi tenaga sebelum memunguti sampah. Selesai sang surya sudah bersembunyi di balik awan, bergegas kami melangkahkan kaki memunguti sampah di Gili Lawa. Setelah itu kami beristirahat dibawah pohon sembari bawa kulit mangga yang buahnya sudah kita makan di Taka Makassar.

Mendadak segerombolan rusa liar mendekat sembari memakai kulit mangga yang kami bawa juga. Ini yakni pengalaman pertama saya berhubungan dengan rusa liar dengan cara langsung. Rusa demikian jinak serta bisa dibawa berhubungan dengan manusia. Rasa-rasanya tidak pingin kami mengabaikan kejadian langka ini tiada mengabadikannya dengan lensa camera.

Surga di Pulau Padar

Ada seorang yang mengatakan ibarat sayur tiada garam bila kamu ke Labuan Bajo tiada bertandang ke Pulau Padar. Kalimat itu terngiang sewaktu saya punya kesempatan supaya dapat mengabdi di Desa Komodo bersama dengan Klub KKN Mandiri UNNES Desa Komodo, kami perlu menginjakkan kaki di pulau Padar. Kami bersama dengan pemuda desa Komodo liburan ke Pulau Padar.

Perjalanan dari desa Komodo sampai ke Pulau Padar perlu waktu lebih kurang 1,5 jam. Terbersit dalam benakku perjalanan dapat menjemukan sebab jarak yang cukup jauh dari desa, akan tetapi dugaanku salah! Selama perjalanan kita dihidangkan bentangan air laut biru kehijauan yang sangatlah jernih, terumbu karang di basic laut kelihatan demikian menarik ditambahkan gugusan perbukitan coklat yang mempersejuk mata. Nada mesin kapal berhenti berarti kami telah tiba di Pulau Padar.

Kala sampai di pucuk padar, bibir ini tidak hentinya mengucap rasa sukur nikmati indahnya surga tersembunyi di NTT. Panorama di atas Padar sangatlah mengagumkan! Bukit-bukit menjulang disana sini, warna coklat mengontrol, laut hijau kebiru-biruan terdiri oleh bukit yang bercabang seakan membuat bintang raksasa, putihnya pasir pantai lantas ikut juga melambai seakan pingin diselami. Berikut ini negeriku, negeri kebanggaanku dengan sejuta pesona alam bak surga dunia.

Pesona pasir merah muda di Pink Beach

Tidak sama dengan pasir pantai kebanyakan yang berwarna hitam atau putih. Pink Beach tawarkan kekhasan tertentu dengan ciri-ciri pasir pantai berwarna pink. Pink Beach adalah satu dari 7 pantai pink yang berada di Dunia. Kekhasan warna pasir pantai dipicu retakan terumbu karang Homotrema rubrum berwarna merah yang menyelimuri pinggir pantai.

Tidak cuma untuk bertamasya akan tetapi kami pula menghimpun sampah buat terciptanya keindahan surga di Pink Beach. Sesampainya di Pink Beach kita dapat dihidangkan keindahan bentangan gugusan pulau diselimuti sabana rumput kecoklatan yang mengitari dataran pasir berwarna pink. Beningnya air pantai yang bergradiasi biru serta toska bikin karang di basic laut kelihatan demikian memesona.

Dubai, my dream destination

Dubai berubah menjadi negara dream destination yang sangatlah pingin kukunjungi. Kota termewah di Uni Emirat Arab yang memesona mata tiap-tiap insan dapat kebesaran gedung pencakar langitnya. Apabila saya bisa wujudkan dream destination saya ke Dubai bersama dengan Visit Dubai dapat kukunjungi bermacam tanda terutama di Dubai. Ini bucket daftar saya di Dubai!

1. Burj Khalifa. Perihal pertama yang perlu saya singgahi kala di Dubai yakni lihat keeksotisan gedung paling tinggi di dunia. Mengandaikan serunya naik ke atas lihat bentangan gedung-gedung pencakar langit tidak lupa mengabadikannya dengan bidikan photo. Wow, ini mimpi saya.

2. Dubai Fountain. Tidak komplet rasa-rasanya ke Dubai tiada lihat air mancur paling besar di dunia. Pelancong bisa nikmati keindahan air mancur sembari santai ditemani lagu-lagu indah secara gratis.

3. Dubai Mall, mal paling besar di dunia sebagai surga buat untuk shopping. Pingin sekali bertandang ke mal yang ditambahkan akuarium besar serta ring es dengan kemampuan 2.000 orang untuk bermain ice-skating.

4. Miracle Garden. Jadi anak muda penyuka bergaya, tempat perlu yang penting saya singgahi yakni Miracle Garden di Dubailand. 45 juta lebih bunga dapat memberikan hati mata ditambahkan Aromatic Garden, Butterfly Park, Colorful Peacocks serta Floral Clock.

5. Burj Al Arab serta Palm Islands. Tanda Dubai ini adalah hotel bintang 7 serta pulau produksi yang terdapat banyak pertunjukan, hotel populer, shopping mal serta fashion elegan yang dapat bikin pelancong terhipnosis.

Itu Dream Destination yang pingin kulakukan di Dubai, negari yang diimpikan yang sangatlah pingin kudatangi. Mudah-mudahan dapat pergi ke Dubai bersama dengan detikTravel and Dubai Tourism Board. Mudah-mudahan mimpi saya terjadi berubah menjadi riil.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *