Tenun dan Air Terjun yang Jadi Kebanggaan Orang Donggala

Tuesday , 13, August 2019 Leave a comment

Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah miliki banyak pertunjukan menarik buat di nikmati. Dua hal yang menjadi kebanggan ialah tenun serta air terjunnya.

Menenun sekalian berliburan di air terjun yang indah cuma berada di Desa Loli, Donggala. Buat hingga sampai ke tempat ini, traveler cuman perlu naik mobil atau motor dari Kota Palu ketujuan Kabupaten Donggala dengan waktu 30 menit saja.

Traveler bakal nikmati panorama laut yang menarik, lantaran selama perjalanan dihidangkan panorama air laut Kota Palu Sulawesi Tengah. Saya anjurkan naik motor, sebab traveler bakal diterima dengan angin yang sejuk.

Saat lalu, yang pasti 28 September 2018 Kota Palu berduka, duka buat kita penduduk Indonesia. Satu diantaranya resiko tragedi saat lalu itu nampak di sini.

Tak dapat diingkari, waktu ke obyek wisata ini, traveler bakal diberikan panorama sisa tsunami saat lalu, namun itu tak bikin keindahan Kota Palu terutama Donggala berubah menjadi menyusut. Satu diantaranya keindahan yang masih sisa di Donggala ialah air terjunnya yang indah ada di Desa Loli , sampai dikatakan Air Terjun Loli.

Khasnya, air terjun ini dulu belum pernah ada, namun seiring waktu berjalan sejumlah tahun kemarin, berlangsung Banjir di Desa sampai tinggalkan 1 keindahan dari banjir, adalah Air Terjun Loli. Ya, Air Terjun ini tercipta gara-gara banjir yang menempa desa. Unik ya?

Waktu Traveler masuk Desa Loli, Traveler bakal mendapatkan rumah pengerjaan tenun. Kalau traveler punya niat belajar menenun, dapat buat mampir serta beli kain tenun ciri khas Donggala yang telah ada mulai sejak jaman pra riwayat ini.

Berkata bab kain tenun Donggala ialah kain tenunan sutra di wilayah pesisir Kabupaten Donggala. Adat menenun kain Donggala dari generasi ke generasi diwariskan penduduk di sini. Menenun dijalankan para wanita pada waktu banyak suami melaut dalam tempo yang lama. Dayang Sumbi dalam legenda Sangkuriang diibaratkan jadi pribadi wanita yang pintar menenun.

Kain tenun Donggala dulu cuma digunakan pada waktu upacara rutinitas. Dibikin berbahan sutera alami dalam beberapa motif serta warna dilakukan memakai alat tenun tradisionil di desa-desa di daerah Donggala.

Kain Tenun Donggala sebagai produk tradisionil kriya Indonesia miliki bermacam design motif salah satunya motif buya bomba (motif bunga ), bunga mawar, bunga anyelir, kamboja, motif daun, motif fauna, paduan bunga subi serta bomba, palaekat dan bunga subi yang miliki corak benang emas biasa dikatakan Bombaja.

Motif buya bomba atau motif bunga bersifat geometrik garis vertikal serta kotak persegi panjang konstruksi motif diatur dengan cara diagonal. Motif yang terkait dengan manusia dikira tabu, proses pembuatan motif buya bomba paling sulit butuh waktu sampai 2 sampai 4 bulan ketimbang motif yang lain.

Kain tenun donggala diputuskan jadi warisan budaya tidak benda oleh kementerian pendidikan serta kebudayaan bersama-sama batik, ulos batak toba, songket, tenun ikat, kain kulit kayu dari Kalimantan serta Sulawesi Tengah. Tenun siak riau, karawo gorontalo, kerawang gayo aceh, tais pet maluku serta kain tradisionil yang lain yang berada di indonesia.

Pemastian ini buat melestarikan kain tradisionil yang berada di indonesia. Kain tenun tradisionil indonesia sudah dimainkan dalam beberapa peragaan pakaian di luar dan dalam negeri serta disenangi oleh penduduk Eropa.

Traveler telah ketahui kan begitu melegendanya kain tenun Donggala? Kain tenun ini sudah diputuskan jadi warisan budaya non bendawi oleh Kementrian Pendidikan serta Kebudayaan. Buat bab harga, kira-kira kurang lebih Rp 400-000 – Rp 500.000. Proses membuatnya memerlukan waktu lama serta memakai alat tradisionil.

Sesudah senang belajar budaya menenun, saatnya traveler mandi di Air Terjun Loli. Buat masuk ke masuk ke daerah wisata Air Terjun itu Traveller cukup membayar Rp 5.000 per 1 motor. Kalau pengen traveler dapat gunakan 1 motor buat 4-5 orang pada harga yang sama Rp 5000.

Saya terperanjat waktu pergi ke tempat ini buat pertama-tamanya, lantaran harga ticket masuknya benar-benar murah serta dapat nikmati indahnya Air Terjun yang terwujud sebab banjir yang menempa. Nah, telah ketahui kan bagaimana asiknya extraordinary traveling sekalian belajar budaya langsung. Marilah ke Kota Palu.

Saya mau sekali keluar negeri tidak tahu dimana lantas itu. Waktu diberikan pertanyaan mengapa mau ke Dubai, saya menjawab mimpi saya buat keluar negeri telah mendarah daging dari semester 2. Peluang buat dapat ke Dubai berubah menjadi suatu yang excited untuk saya, bikin ibaratnya langsung punya mimpi ada di menara paling tinggi di dunia itu, Burj Khalifa.

Sesampainya di Dubai, yang saya kerjakan ialah bagikan momen senang itu ke social media. Saya bakal memakai semua waktu saya saat ada di luar negeri, terutama Dubai. Kecuali nikmati indahnya Kota Dubai, saya bakal belajar serta mendalami terkait budaya mereka.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *