Wisata ke Kebun Karet di Bulukumba

Saturday , 5, October 2019 Leave a comment

Rimba pinus acapkali jadikan object wisata alam untuk berpose. Kesempatan ini tidak sama, pohon pohon tanaman karet punyai pesona yg gak kalah indah.

Panorama hijau jejeran pohon pohon tanaman karet nyatanya tidak kalah indah dengan jejeran tanaman pohon pinus serta cemara. Waktu lalu, saya serta keluarga miliki kesempatan nikmati keindahan panorama pohon karet yg berbaris rapi seperti tidak ada ujungnya sejauh mata melihat.

Kebun karet ini punya PT Lonsum yg ada di Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dengan jarak seputar 40 km dari Ibukota Kabupaten Bulukumba serta 150 km dari Kota Makassar dengan perjalanan darat, untuk hingga sampai kesana memakan banyak waktu lebih kurang 4 jam.

Kabupaten Bulukumba sendiri punyai tanaman pohon karet yg menyebar di sebagian Kecamatan ialah Kecamatan Herlang, Kajang, Bulukumpa, serta Ujungloe. Walau kebun karet di Kabupaten Bulukumba gunanya bukan untuk lokasi wisata, akan tetapi banyak yg menyimpan kejadian dengan berpose bahkan juga prawedding. Kita bebas berpose di seputar perkebunan karet tanpa ada diambil cost serupiahpun.

Pada lokasi kebun karet ini, kecuali bisa nikmati keindahan pohon karet yg berbaris rapi, dapat banyak ditemui bangunan peninggalan sejak mulai masa penjajahan Belanda seperti rumah-rumah punya bos kebun karet atau tempat tinggal teristimewa untuk pimpinan atau manager perusahaan karet. Bangunan peninggalan masa Belanda itu dapat diikuti dengan ruang taman yg sangatlah luas.

Kita juga bisa memandang sejumlah tempat penampungan getah karet, sejenak sehabis sewaktu cairan getah karet dihimpun oleh banyak petani karet yang sebagai masyarakat lokal yg lalu selanjutnya bakal diangkut oleh kendaraan teristimewa pengangkut cairan getah karet yg bakal diproses dalam sesuatu pabrik pemrosesan karet mentah yg ada di Desa Allu, Kecamatan Ujung Loe.

Yg tidak kalah menarik, ada suatu gerbong kereta pengangkut karet peninggalan masa Belanda sejak mulai tahun 1918 yg tidak diperlukan serta saat ini jadi pajangan di dekat lapangan tenis yg tidak jauh dari tempat tinggal pimpinan perusahaan karet. Oleh banyak pemuda seputar, gerbong itu seringkali jadikan spot untuk berpose. Sebatas penambahan kabar, 1918 sebagai tahun dimana perkebunan karet di wilayah ini pertama dibuka.

Tempat kosong yg cukuplah luas disediakan untuk penanaman bibit karet. Awalnya tempat ini ditumbuhi pohon karet yg telah tua. Pemandangannya lantas tidak kalah menarik. Dengan pemrosesan tanah yg dibikin mode berundak-undak seperti tangga makin menaikkan keindahan, keasrian serta kenyamanan sejauh mata melihat.

Bertamasya ke tempat baru sebagai hal yg tetap ingin saya laksanakan. Bisa nikmati pelbagai ragam keindahan panorama yg mengagumkan mata baik kondisi alam ataupun kota kekinian. Dubai tenar dengan kota modernnya sebagai yang dimimpikan maksud wisata yg belokasi di Lokasi Uni Emirat Arab.

Hal yg sangatlah ingin saya kerjakan kala ada di Dubai ialah dapat berkunjung ke Menara Burj Khalifa yg sangatlah spektakuler serta tenar itu, suatu karya Masterpiece yg perlihatkan kelas dari Kota Dubai di mata dunia. Perjalanan ini bisa jadi cerita yg langgeng untuk di kisahkan di web pribadi saya serta bisa jadi cerita yg indah untuk di kisahkan pada anak cucu saya selanjutnya. Biar mereka tetap rajin serta semangat belajar untuk capai harapan mereka serta supaya satu hari kelak bisa bertandang ke tempat hebat seperti Dubai.

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *