Wisata Keluarga di Posong, Mendekatkan Anak ke Alam

Wednesday , 31, July 2019 Leave a comment

Mengoptimalkan akhir minggu dengan bawa beberapa anak ke alam. Antara lainnya yakni bawa mereka ke Posong di Temanggung.

Itu satu diantara trik yg saya coba untuk bikin hidup mereka lebih imbang. Hidup kami pula sebagai orang-tua pula sebetulnya, sehabis 6 hari bergelut dengan aktivitas semasing. Diantara satu demikian pengalaman traveling keluarga yg paling menyenangkan, yakni waktu bawa beberapa anak ke Posong, Temanggung, Jawa Tengah.

Di ranah pariwisata, wisata alam Posong terhitung baru. Nama Posong sendiri datang dari dua kata Pos serta Song sebagai kependekan dari kosong. Konon, di jaman penjajahan, Posong dipakai Pangeran Diponegoro untuk memancing faksi Belanda, supaya mereka kerjakan penyerbuan di pos yg nyata-nyatanya kosong.

Saat ini Posong berubah menjadi tempat yg cantik serta menarik. Daya tarik khusus yg ditawarkan, tentunya keindahan alam, serta udaranya yg sejuk serta fresh. Dengan geografis, Posong ada di daerah Desa Tlahab, Kledung, Temanggung. Buat traveler yg ingin pula nikmati Posong, optimalkan saja aplikasi atau papan saran jalan, lantaran secara prinsip area object wisata Posong mudah dicari.

Dari Yogyakarta, Posong kami jangkau lebih kurang 2, 5-3 jam gunakan kendaraan pribadi dengan rute melalui Magelang, baru selanjutnya arah Temanggung, lalu menentukan arah yg mengarah Wonosobo, lalu berbelok ke kanan jalan di km. 9 Jalan Parakan-Wonosobo pada gapura yg tertulis Posong. Menuruti jalan masuk, sampai kami selanjutnya berjumpa dengan pos retribusi, serta membayar Rp 10.000/pengunjung dan ongkos parkir sebesar Rp 5.000.

Sudah tiba? Belum, lantaran kami harus naik lebih kurang 3,5 km. telusur jalan yg cukup sempit, akan tetapi udah dikeraskan. Buat naik, ada dua pilihan yg dapat kami pilih, gunakan ojek (motor) atau terus gunakan mobil pribadi. Lantaran kala itu Posong tidak demikian ramai, kami dapat bawa mobil kami naik hingga atas. Dari 3,5 km. pertama itu sebetulnya wisata alam udah diawali, tak perlu tunggu hingga datang di pucuk Posong.

Kegiatan petani, bentangan ladang pertanian yg rata-rata ditanami sayuran, dan tanaman kopi yg nampak ranum berubah menjadi panorama yg tidak bisa kami terlewat. Saatnya pula beberapa anak tahu lebih dekat beberapa macam tanaman, yg rata-rata cuma mereka nikmati produk jadinya; kopi yg udah terseduh dalam cangkir, atau semangkup sup tanpa ada tahu ada jerih payah pak petani waktu menanam beragam sayur-mayurnya.

Hingga di atas, udara dingin memang langsung dirasakan Dingin, namun fresh buat semua paru-paru. Ada di kaki Gunung Sindoro, 1.823 mdpl, waktu cuaca sedang cerah, konon pengunjung dapat menyaksikan keindahan 7 gunung sekaligus juga, adalah Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Muria, Gunung Merapi, serta Gunung Telomoyo. Sayang hari itu, Posong diselimuti kabut.

Kami lalu berjalan, berkeliling-keliling, biarkan mata melihat semua kecantikan yg dipunyai daerah wisata alam Posong. Tidak lupa, kami masuk juga ke ruang taman. Di sini, kami beli suatu stiker yg sekaligus juga memiliki fungsi jadi isyarat masuk seharga 10.000 rupiah. Di ruang taman berikut ini, beberapa anak ibaratnya temukan surga bermain mereka, tak perlu repot dengan gadget/telpon seluler.

Ada playground, yg dapat diperlukan beberapa anak buat bermain. Rumput hijau, berubah menjadi ruang yg menyenangkan buat dua bocah saya berkejaran atau bahkan juga berguling-guling di rerumputan. Sekalian tunggu beberapa anak, saya cukup duduk di gasebo, nikmati kokohnya Sindoro yg ini hari diselimuti kabut tipis di temani minuman hangat, dan menu-menu lokal yg banyak disedikaan oleh warung-warung di ruang taman. Menu jagoan Taman Wisata Posong yakni kopi, lantaran wilayah ini yakni penghasil kopi.

Senang begitu lama di Posong. Tidak cuma dapatkan udara fresh, pemandangan alam yg cantik, namun ingatan kami terasa lebih fresh. Kami sangat percaya, kerjakan travelling sekeluarga di alam semacam ini, bukan sekedar lebih sehat buat kami jadi orang-tua, tentu lebih sehat juga buat beberapa anak. Masih mau travelling ? Bila dapat lebih jauh, namun terus alam jadi daya tarik khusus, umpamanya Taman kupu-kupu paling besar di dunia, yg ada di Dubai. Bolehkan ini hari saya mengorbitkan mimpi, buat dapat menyaksikan Dubai, satu hari kelak?

Please give us your valuable comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *